Sekilas Info

KASUS PORNOGRAFI

Berkas Perkara Kasus Pornografi Lengkap, Kamis Polda Maluku Serahkan Tersangka Usai Rapid Test

satumalukuID/Ian Toisutta Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat.

satumalukuID - Berkas perkara kasus tindak pidana pornografi yang diduga dilakukan tersangka Stiven Carlos de Fretes, akhirnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Tersangka yang sempat masuk DPO ini akan diserahkan dua hari lagi.

Penyerahan tersangka yang menyebar konten porno di akun media sosial-nya seperti Facebook dan Instagram itu akan diserahkan penyidik cyber crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku kepada JPU Kejati Maluku atau tahap II.

“Sudah P21 (berkas perkara lengkap). Rencananya hari Kamis (23/7/2020) pukul 10.00 WIT baru dilakukan tahap II (penyerahan tersangka dari polisi ke jaksa),” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, Selasa (21/7/2020).

Menurutnya, sebelum digiring ke JPU Kejati melalui Kejaksaan Negeri Ambon, tersangka akan terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk dilakukan rapid test. Ini dilakukan untuk memastikan apakah tersangka terpapar Covid-19 ataukah tidak.

“Tersangka akan di periksa kesehatan dulu di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dibawa ke Kejari Ambon. Tersangka akan diserahkan bersama barang bukti,” sebutnya.

Untuk diketahui, pelarian Stiven berakhir setelah dibekuk di kediamannya, Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (12/6/2020) sekira pukul 19.00 WIT. Penggerebekan dipimpin Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Max Tahya.

Tersangka dimasukan sebagai DPO sejak 22 Desember 2019 lalu. Usut punya usut, persembunyian dirinya akhirnya terkuak dan berhasil disergap tanpa perlawanan, menjelang malam itu.

Stiven diduga kuat melakukan tindak pidana pornografi pada Desember 2019 lalu. Dia diketahui telah memposting konten porno melalui akun pribadinya pada media sosial facebook dan instagram.

Atas perbuatannya, Stiven disangkakan melanggar Pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) huruf d, UU RI Nomor: 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, dan atau Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor: 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor: 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!