Sekilas Info

HARAPAN DI MASA COVID 19

Petani Sayuran Organik Saparua Di Masa Pandemi Covid 19

satumalukuID/Freepik.com UIustrasi sayuran organik

Pandemic Covid 19 berdampak besar bagi produksi, distribusi dan ketersediaan pangan secara nasional. Ketahanan pangan masyarakat akan menurun terus menerus jika pandemi covid 19 ini terus berlanjut. Kondisi ini bukan saja dirasakan oleh masyarakat golongan ekonomi lemah namun juga masyarakat golongan ekonomi tinggi.

Semua orang memiliki uang, tetapi jika tidak ada produksi dan distribusi pangan, maka uang tidak bernilai karena tidak terpakai untuk dibelanjakan guna pemenuhan pangan keluarga.

Masyarakat membutuhkan pangan untuk dikonsumsi setiap hari. Pangan pokok yang dibutuhkan yakni sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan paling utama dalam keluarga, kemudian ditunjang dengan ketersediaan pangan lain seperti tanaman hortikultura.

Hortikultura merupakan proses pengusahaan tanaman secara intensif baik di kebun atau di seputar lahan pekarangan. Berdasarkan jenisnya, hortikultura terdiri dari buah-buahan, sayuran, bunga, dan tanaman hias.

Manfaat produk hortikultura bagi manusia yaitu sebagai sumber pangan dan gizi, pendapatan keluarga dan pendapatan negara. Salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai peluang pasar cukup besar adalah tanaman sayuran.

Sayuran mengandung sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Sayuran mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar antara lain terhadap pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, pendapatan negara, pengembangan agribisnis dan perluasan kesempatan kerja.

Sayuran dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua orang, karena memiliki kadar gizi yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh kita. Bagaimana tidak, banyak sekali jenis sayuran yang sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dengan harga murah dan nutrisi seimbang, sehingga mampu menunjang kesehatan tubuh agar selalu optimal dan stabil.

Sayuran yang dikenal memiliki kadar mineral tinggi adalah brokoli, bayam, jagung, kentang dan lain-lain. Sebagian besar sayuran ini menyimpan kandungan gizi penting seperti zat besi, magnesium dan juga nutrisi lainnya.

Mengkonsumsi makanan sehat adalah langkah memulai hidup sehat. Sayuran memiliki kandungan mineral tinggi. Banyak sekali jenis sayuran lainnya yang dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat dari berbagai usia.

Hal ini dikarenakan, selain rasanya yang enak dan juga bisa diolah untuk berbagai macam sajian, sudah pasti kandungan gizi yang terdapat dalam setiap takarannya mampu memberi nutrisi penting untuk kesehatan tubuh, diantaranya adalah mentimun, seledri, wortel, kacang merah dll dimana sebagian besar mengandung vitamin A, B, D, E dan lainnya, (https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/sayuran-sebagai-sumber-vitamin-dan-mineral-untuk-kesehatan-tubuh-manusia-30)

Saat ini para petani menjaga pangan dengan memproduksi sayuran sebanyak-banyaknya, untuk dipasarkan di masa pandemi covid 19.

Petani di Kecamatan Saparua misalnya. Mereka saat ini menjadi penghasil sayuran organik yang sangat digemari oleh masyarakat setempat. Petani di Kecamatan Saparua khususnya Desa Mahu, Desa Haria dan Desa Saparua secara rutin mengembangkan pertanian organic, karena mereka merasa bahwa sayuran organik sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia.

Luasan lahan yang ditanami sayuran organik berkisar 0,5-1 ha. Hal ini berarti bahwa usahatani sayuran organik menjadi aset besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan di Kecamatan Saparua.

Petani sebagai manajer usahatani akan terus mengembangkan diri mereka untuk memproduksi sayuran organik secara terus menerus di masa pandemi covid 19, dan masa-masa selanjutnya. Petani tidak akan berhenti berproduksi sayuran organik.

Sekalipun kondisi bencana non alam melanda dunia sampai di pelosok-pelosok daerah pedesaan, tetapi petani sebagai garda terdepan yang menyiapkan sumber bahan pangan bagi manusia, akan tetap menjalankan tugas mulia sebagai penghasil dan penjaga pangan masyarakat.

Berbagai jenis sayuran organik dibudidayakan seperti sayuran daun (bayam, kangkung, sawi, sakata) dan sayuran buah (buncis, kacang panjang, timun, pare, terong).

Hasil panen beraneka ragam jumlahnya yakni sayuran daun antara lain: bayam 100 ikat, kangkung 100 ikat, sawi 50 ikat, sakata 100 ikat.Sedangkan sayuran buah antara lain: buncis 30 kg, kacang Panjang 100 ikat, timun 50 kg, pare 35 ikat (tiap 3 buah), terong 20 ikat (tiap 4 buah. Hasil panen ini untuk satu kali musim tanam.

Hasil panen dijual di dalam desa, juga ke desa tetangga dan ibu kota kecamatan yaitu Kota Saparua. Harga jual berbeda-beda yakni: bayam Rp.5.000/ikat, kangkong Rp.5.000/ikat, sawi Rp.7.000/ikat, sakata Rp.8.000/pohon.

Sementara untuk sayuran buah, antaa lain: buncis Rp.30.000/kg, kacang panjang; Rp.8.000/ikat, timun Rp.5.000/kg, pare Rp.5.000/ikat, terong Rp.5.000/ikat.

Hasil penjualan di masa covid 19 sangat menguntungkan, karena semua orang membeli sayuran untuk dikonsumsi guna menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Sayuran mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh, oleh sebab itu untuk menjaga imun tubuh tetap stabil di masa covid 19 diharuskan semua orang mngkonsumsi sayuran setiap hari.

Antusias petani dalam mengusahakan sayuran organik di Kecamatan Saparua khususnya tiga desa (Mahu, Haria dan Saparua) cukup tinggi. Karena petani merasa memberikan makan orang banyak itu penting. Petani tidak hanya memikirkan dirinya dan keluarganya saja tetapi bagaimana bisa menyiapkan pangan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat(PkM ) DRPM DIKTI di Kecamatan Saparua untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat, bahwa pertanian organik khususnya budidaya sayuran organik sangat menguntungkan dan menyehatkan.

Peranan biosecurity sebagai ketahanan hayati yakni tanaman yang dikonsumsi harus bebas zat-zat kimia yang membahayakan tubuh manusia. Petani selain membudidayakan sayuran organik, mereka juga membuat pupuk organik dan pestisida nabati untuk tanah dan tanaman.

Hal ini penting karena berbagai bahan alami tersedia di sekitar kita oleh sebab itu harus digunakan oleh kita dan untuk kita sendiri. Selama ini penggunaan bahan-bahan kimiawi sudah terlalu tinggi disekitar kita untuk bahan-bahan makanan yang dikonsumsi. Itu sebabnya diharapkan gerakan “back to nature” supaya bisa mengatur dan menerapkan pola hidup sehat untuk diri kita dan generasi selanjutnya.

Pandemi covid 19 cukup menyita perhatian kita semua. Bagaimana kita harus tetap menjaga diri melalui pola hidup sehat dan bersih, maka harus mengkonsumsi makanan penuh gizi yakni kaya vitamin dan mineral yang ada pada sayuran dan buah. Sayuran organik sebagai solusi hidup sehat yang menjanjikan untuk hidup saat ini dan kehidupan di masa yang akan datang.

Penulis: Natelda R. Timsiela, Febby J. Polnaya dan Stefianus Titaley, adalah staf dosen Universitas Pattimura Ambon.

Baca Juga

error: Content is protected !!