Sekilas Info

PENGGELAPAN DAN NASABAH

Penetapan Tersangka Kasus BRI Ambon Akhir Juli, Usai Pemeriksaan Saksi Ahli di Jakarta

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi fasilitas ATM BRI

satumalukuID- Kasus dugaan penggelapan dana nasabah ratusan juta rupiah dan pemalsuan dokumen retensi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon belum ada tersangkanya. Penyidik berdalih masih menunggu pemeriksaan saksi ahli yang rencananya dilakukan di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, perbuatan pidana di kasus itu sudah jelas ada.

“Jumlah saksi yang sudah diperiksa 18 orang, kemudian dugaan perbuatan pidana jelas sudah ada makanya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Eko melalui telepon genggamnya, Jumat (17/7/2020).

Lantas siapa tersangka di kasus itu, penyidik mengaku masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli di Jakarta. Saksi ahli yang akan diperiksa dari Perbankan dan OJK.

“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik minta keterangan Ahli Perbankan dan Ahli OJK. Pemeriksaan rencananya dilakukan akhir bulan ini (Juli) di Jakarta,” tandasnya.

Untuk diketahui, kasus itu bergulir setelah BRI Cabang Ambon resmi melaporkan pegawai outsourcing-nya, Rabu (17/6/2020). Dia diduga telah memalsukan tandatangan pimpinan bank pelat merah itu dan membuat dokumen Retensi palsu, tak sesuai formulir asli.

Pegawai outsourcing berinisial KT, ini juga diduga yang melakukan pencatatan palsu nominal saldo pada rekening milik nasabah BRI Ambon atas nama Fransina Nirahua. Hasilnya, dana deposito dalam program Retensi sebesar Rp.211.550.000, tidak masuk dalam sistem.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!