Sekilas Info

Warga Larike Pulau Ambon Tangkap Buaya Muara, Seekor Lainnya Belum Ditemukan

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Warga Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon), berhasil menangkap seekor buaya muara di sungai Waiseket, desa tersebut, Sabtu (11/7/2020) siang. Menurut warga, masih ada seekor lainnya yang belum ketangkap.

Hewan itu telah diserahkan melalui anggota Polsek Leihitu Barat kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku. Penyerahan berlangsung di Negeri Larike, Selasa (14/7/2020) tadi.

Seto, Polhut BKSDA Maluku menjelaskan, penyerahan seekor buaya muara atau bernama latin crocodylus porosus dalam kondisi hidup ini setelah pihaknya dihubungi masyarakat terkait penangkapan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang tersebut.

Buaya berukuran kecil yang diserahkan warga terpaksa ditangkap karena sangat membahayakan. Warga tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Buaya itu terlihat di wilayah sungai Waiseket yang menjadi tempat mandi dan mencuci oleh masyarakat.

“Dari keterangan yang diberikan oleh masyarakat diketahui bahwa penangkapan buaya di sungai tersebut merupakan kejadian yang ke dua kalinya. Saat ini masih terdapat satu ekor buaya yang belum tertangkap dan masih berkeliaran di wilayah sungai tersebut,” kata Seto kepada satumalukuID, malam ini.

Saat ini, lanjut Seto, buaya hasil penyerahan warga Negeri Larike tersebut telah diamankan di Kandang Transit Passo, Kota Ambon. Buaya itu dikandangkan untuk menjalani proses pemeriksaan kesehatan, karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan oleh dokter hewan BKSDA Maluku diketahui bahwa buaya tersebut berjenis kelamin betina dengan panjang badan 137 cm dan dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Menurutnya, setelah dikarantina dan direhabilitasi, pihaknya akan mencari lokasi yang cocok untuk pelepasliaran. Rencannya lokasi pelepasliaran akan dilaksanakan di dalam kawasan konservasi Suaka Alam Sungai Nief yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur atau kawasan Taman Nasional Manusela di Kabupaten Maluku Tengah.

“Lokasi tersebut merupakan salah satu habitat asli dari buaya muara yang berada di Pulau Seram,” jelasnya.

Menyoal terkait permintaan masyarakat agar pihak BKSDA Maluku segera menangkap dan memindahkan buaya yang masih tersisa di wilayah sungai tersebut, Seto mengaku pihaknya akan segera menindaklanjutinya dengan membentuk tim untuk melakukan pengamatan, observasi dan penangkapan buaya tersebut.

“Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah di wilayah sungai tersebut merupakan habitat buaya atau bukan, serta untuk mengetahui secara pasti jumlah buaya yang masih tersisa,” ungkapnya.

Seto mengungkapkan, buaya muara merupakan salah satu satwa yang dilindungi negara sesuai dengan perundang-undangan. Oleh karena itu, Seto mengharapkan kepada masyarakat jika suatu saat menemukan atau menangkap buaya, agar segera melapor kepala Call Center BKSDA Maluku untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!