Sekilas Info

Gelombang Tinggi Kepung Perairan Maluku, Warga Diminta Waspada

satumalukuID/Pixabay Ilustrasi gelombang besar.

satumalukuID - Gelombang tinggi diprediksi mengepung perairan laut Maluku. Masyarakat nelayan maupun pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi laut diminta waspada dan memperhatikan himbauan atau peringatan dini (early warning) yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Ambon.

Gelombang setinggi 2.50 meter sampai dengan 4 meter diprediksi akan terjadi sejak hari ini Senin (13/7/2020) hingga Selasa (14/7/2020) besok.

Lokasi perairan yang berpotensi dilanda cuaca buruk tersebut adalah di Perairan Pulau Buru, Ambon dan Lease, Selatan Seram, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata-Letti, Kepulauan Babar, Tanimbar, Kei sampai dengan Aru dan laut Arafuru.

Selain gelombang tinggi, BMKG Ambon juga mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang sedang dengan ketinggian 1.25 sampai 2.50 meter.

Gelombang sedang diprediksi terjadi di laut Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.

Atas prediksi tersebut, BMKG Ambon menyarankan keselamatan warga untuk memperhatikan resiko pelayaran.

Untuk perahu nelayan, kecepatan angin diprediksi bisa lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter. Sedangkan untuk Kapal Tongkang kecepatan angin berpotensi mencapai lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang 1.5 meter.

Sementara untuk Kapal Ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. Lalu untuk kapal berukuran besar seperti Kargo atau Kapal Pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," pinta kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Ashar dalam siaran persnya yang diterima satumalukuID, Senin (13/7/2020).

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!