Sekilas Info

OPINI

Peran Musik dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Maluku 

satumalukuID/Amboina Ukulele Kids Community

Mengapa Musik Berperan dalam  Penguatan Pendidikan Karakter Anak Maluku?

Pendidikan karakter adalah proses belajar sikap, kepercayaan, dan perilaku yang penting bagi orang untuk dimiliki sebagai warga sekolah dan masyarakat yang bertanggung jawab.

Menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap orang lain, kejujuran, tanggung jawab, dan sifat-sifat penting lainnya kepada peserta didik yang membuat mereka bermartabat.

Pendidikan karakter memberikan sejumlah pengetahuan untuk membekali peserta didik sesuai yang mereka butuhkan, untuk mengetahui bahaya apa yang ada di masyarakat dan menanganinya dengan benar adalah alasan  yang cukup kuat untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Budiman, (2017) menjelaskan Pendidikan karekter diperlukan karena mempunyai beberapa alasan yaitu:

  1. Memperhatikan Amanat Undang-Undang dan Kebijakan Nasional Pendidikan. UU Sisdiknas, Nawacita, Trisakti, RPJMN 2015-2019, Amanat Presiden RI, Kebijakan Kemendikbud
  2. Pendidikan karakter bukan produk baru, bukan mata pelajaran, bukan kurikulum baru tetapi merupakan penguatan atau fokus dari proses pembelajaran dan sebagai poros/ruh/jiwa Pendidikan. Pendidikan karakter adalah jantung dari pendidikan publik yang bebas dan sesuai.
  3. Penguatan Pendidikan Karakter mendorong penguatan ekosistem pendidikan (Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Masyarakat)
  4. Kekayaan pengalaman dan praktik-praktik baik sekolah khususnya Kepala Sekolah dan Guru
  5. Diperlukan keteladanan dan perilaku baik Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua dalam keseharian
  6. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas, Budaya Sekolah, dan Berbasis Partisipasi Masyarakat
  7. Penguatan Pendidikan Karakter harus terintegrasi dengan seluruh aktivitas kegiatan belajar mengajar di Sekolah

Kecenderungan global dalam pendidikan musik, secara luar biasa berpotensi mempengaruhi pendidikan musik di Kota Ambon secara khusus dan Maluku secara umum.

Kecenderungan global itu adalah komponen-komponen yang saling berinterelasi, pengajaran konsep-konsep inti secara sistematik, analisis terhadap studi kasus, keterampilan-keterampilan pembuatan keputusan, analisis komparatif, keterampilan partisipatoris dan kebajikan warga negara melalui kegiatan-kegitan belajar, penggunaan buku sumber, pengetahuan, keterampilan dan kebajikan-kebajikan warga negara, dan menghubungkan antara isi dan proses dalam belajar mengajar pengetahuan, keterampilan dan kebajikan-kebajikan warga negara (Hutchings, 2020).

Kajian tentang kecenderungan global dalam pendidikan musik di Kota Ambon cukup berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan musik, pada tingkat satuan pendidikan dasar di Kota Ambon. Berlangsungnya revolusi  digital, perubahan peradaban masyarakat, dan  semakin tegasnya fenomena abad kreatif merupakan ciri-ciri yang terjdi dalam kecendurungan global.

Urgensi pendidikan musik Kota Ambon berperan sangat penting dalam Penguatan Pendidikan Parakter (PPK).  Karena pendidikan musik dalam PPK menjadi dasar dalam pembangunan SDM peserta didik dan fondasi pembangunan bangsa mendukung Ambon sebagai Kota Musik Dunia. Kedua, mempersiapkan peserta didik sebagai generasi emas 2045 yang dibekali dengan keterampilan Abad-21. Dan ketiga menghadapi kondisi degradasi moral, etika dan budi pekerti, Gerakan Pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati (Etik), olah rasa (Estetika), olah pikir (Literasi), dan Olah raga (Kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) (Kemendikbud,  2020).

Menjadikan musik sebagai dasar dalam  Penguatan Pendidikan Karakter Anak Maluku mempunyai tujuan:

  1. Mengembangkan platforma pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generator utama penyelenggaraan pendidikan musik, dengan memperhatikan kondisi keberagaman satuan pendidikan di Kota Ambon
  2. Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi dinamika perubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21 melalui pendidikan musik
  3. Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) melalui Pendidikan musik
  4. Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan (kepala sekolah, guru, siswa, pengawas dan komite sekolah) untuk mendukung perluasan implementasi pendidikan karakter melalui pendidikan musik
  5. Membangun jejaring pelibatan publik sebagai sumber-sumber belajar pendidikan musik di dalam dan di luar sekolah
  6. Melestarikan kebudayaan dan jati diri peserta didik di Maluku khususnya di Kota Ambon dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

Seiring majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), semakin besar pula tantangan dunia pendidikan yang dihadapi. Membangun karakter generasi bangsa untuk menjawab masalah pendidikan musik pada abad ke-21, terkait kebijakan Pemerintah Kota Ambon memunculkan kurikulum muatan lokal wajib pendidikan musik diperhadapkan dengan tantangan pendidikan.

Banyak pertanyaan yang muncul dalam mencari solusi yang dihadapi pendidikan musik di Kota Ambon. Masalah dasar juga masih menjadi ‘benang merah’ sistem pendidikan kita yang sampai saat ini masih belum tuntas untuk menjawab tantangan abad ke-21.

Berbagai kendala yang merintangi akses pendidikan era globalisasi, seharusnya sudah mampu dipecahkan sebab dengan berjalannya kemajuan Iptek tentu akan menimbulkan perubahan dan pergeseran secara luas.

Belum optimalnya pengembangan potensi peserta didik secara harmonis melalui keseimbangan olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik), besarnya populasi peserta didik, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Kota Ambon,  tantangan dalam membangun sinergi dan tanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak antara sekolah, orang tua dan masyarakat melalui pendidikan musik, tantangan globalisasi, tantangan dalam memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perubahan melalui penumbuhan nilai-nilai religiusitas dan musik sebagai kearifan lokal Maluku, dan terbatasnya pendampingan orang tua.

Diperlukan peningkatan kualitas hubungan orang tua dengan anak di rumah dan lingkungannya. Keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur prasana dan sarana sekolah khususnya dalam mendukung kurikulum wajib Pendidikan musik di kota Ambon, sehingga PPK perlu diimplementasikan bertahap.

Pentingnya Pengembangan Nilai-nilai Karakter melalui Pendidikan Musik

Pendidikan musik mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kesehatan mental peserta didik.  Stephen. & Trevarthen, (2018) menjelaskan peserta didik memasuki budaya musik di mana musikalitas komunikatif bawaan mereka dapat didorong dan diperkuat melalui pengajaran musik yang peka, penuh hormat, menyenangkan, dan berbudaya dalam penemanan.

Pentingnya pusat kemampuan peserta didik untuk musik sebagai bagian dari apa yang menopang kesejahteraan mereka didukung oleh bukti bahwa musikalitas komunikatif memperkuat emosi ketahanan sosial untuk membantu pemulihan dari tekanan mental. Kekuatan musikalitas komunikatif satu orang dapat mendukung vitalitas orang lain melalui penerapan teknik-teknik terampil yang mendorong persahabatan yang intim, mendukung, terapeutik, dan bersemangat.

Pengalaman belajar musik meningkatkan pemrosesan yang berdampak pada persepsi bahasa yang pada gilirannya berdampak belajar membaca. Keterlibatan aktif dengan musik mempertajam pengkodean awal otak, peningkatan dalam persepsi kognitif.

Belajar membedakan perbedaan antara pola nada dan ritmeik dan bergaul dengan simbol-simbol visual berpindah ke kesadaran fonemis yang lebih baik. Belajar memainkan instrumen meningkatkan kemampuan mengingat kata-kata melalui pembesaran dari daerah temporal tengkorak kiri. Rachmawati, (2010) menjelaskan  musik sebagai salah satu kreasi estetis diyakini mampu memberikan kontribusi positif bagi proses pembentukan karakter. Musik dan lirik memberikan pengaruh kepada kepribadian seseorang (Schäfer et al., 2013).

Apresiasi seseorang terhadap musik dapat diaktualisasikan melalui  melibatkan diri dalam kegiatan musikal praktis dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendengarkan, memainkan instrumen dan menulis lagu. Grace et al., (2013) menjelaskan Teori Maslow bahwa musik sebagai salah satu arena puncak yang paling kuat dalam pengalaman yang dirasakan seseorang untuk mengaktualisasikan diri sebagai salah satu konstruksi pembangunan diri yang diinginkan untuk semua individu termasuk peserta didik yang berbakat.

Peserta didik secara eksklusif membutuhkan pengembangan pribadi dalam hal bakat mereka untuk mendapatkan karakter dan kesejahteraan yang terhormat. Orang yang mendengarkan musik akan mampu mengatur gairah dan suasana hati, untuk mencapai kesadaran diri, dan sebagai ekspresi dari keterkaitan sosial (Djikic, 2011).

Filosofi Pendidikan Karakter oleh Ki Hajar Dewantara olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik) menjadi kekuatan dalam menanamkan nilai-nilai karekater melalui Pendidikan musik.

Nilai karekter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Nilai- nilai ini kemudian  dikristalisasi menjadi Nilai-nilai utama disesuaikan dengan GNRM, kearifan lokal  Maluku dan kreativitas sekolah. Nilai-nilai utama Pendidikan karekater tersebut adalah Religious, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas. 

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan, (2017) menjelaskan bahwa  lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK; yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan.

Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. PPK tidak mengubah struktur kurikulum lokal wajib Pendidikan musik, namun memperkuat Kurikukum tersebut yang sudah terintegrasi pendidikan karakter di dalamnya.

Dalam penerapannya kurikulum mutan lokal wajib Pendidikan musik, dilakukan sedikit modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler. Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan karakter positif peserta didik di kota Ambon.

Implementasi Musik dalam Penguatan Pendidikan Karakter Di Level Sekolah

Pada dasarnya pendidikan formal di sekolah akan sangat membantu jika pihak sekolah menekankan pada pendidikan yang membentuk karakter peserta didik. Hamid, (2017) menjelaskan “Sekolah (pendidikan) merupakan salah satu tempat yang strategis dalam pembentukan karakter selain di keluarga dan masyarakat”.

Hal itulah yang mendasari perlu adanya program pendidikan karakter di sebuah sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Maka dari itu perlu penanaman pendidikan karakter untuk tiap sekolah dengan berbagai kegiatan yang bisa menunjang penanaman karakter yang baik ini.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menguatkan dan menanamkan nilai-nilai karakter adalah dengan kegiatan pembiasaan yang dilakukan di sekolah. Karena memang hal yang rutin dilakukan setiap hari akan tertanam dengan baik dalam diri peserta didik maupun warga sekolah yang lain. Maka dari itu kegiatan pembiasaan ini menjadi kegiatan yang sangat penting bagi terlaksananya pendidikan karakter yang ada di sekolah.

Pemberdayaan musik dalam PPK dalam pelaksanaannya terfokus pada beberapa hal. Fokus yang pertama secara terstruktur pada program 1) Jenjang dan Kelas; 2) Ekosistem Sekolah; dan 3) Penguatan kapasitas guru. Focus yang kedua pada Struktur Kurikulum Pendidikan musik yang mengarah kepada 1) PPK melalui kegiatan Intra-kurikuler dan ko-kurikuler; 2) PPK melalui kegiatan Ekstra-kurikuler; dan 3) PPK melalui kegiatan non-kurikuler. Fokus yang ketiga mengarah kepada Praksis Kegiatan Pembentukan Karakter di lingkungan sekolah berdasarkan 4 dimensi pengolahan karakter Ki Hadjar Dewantara (Olah pikir, Olah hati, Olah rasa/karsa, Olah raga).

Dalam penerapannya, implementasi pendidikan musik dalam pendidikan karekater diterapkan dalam tiga basis yaitu berbasis kelas, berbasis budaya, dan berbasis masyarkat. Implementasi berbasis kelas telah terintegrasi dalam mata pelajaran muatan lokal wajib pendidikan musik.

Dengan demikian optimalisasi muatan lokal pendidikan musik perlu dimaneg dengan baik. Implementasi berbasis budaya sekolah dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah; Keteladanan pendidik; dan Ekosistem sekolah. Implementasi berbasis masyarakat melalui orang tua; Komite Sekolah; dunia usaha musik; akademisi, pegiat pendidikan musik; pelaku seni & budaya, bahasa & sastra; serta pemerintah dan  pemda.

Luaran yang diharapkan dengan menjadikan pendidikan musik sebagai dasar dalam penguatan pendidikan karakter, adalah adanya pembentukan individu yang memiliki karakter (Generasi Emas 2045) dengan dibekali keterampilan abad 21.

Hasil yang diharapkan adalah adanya olah pikir: Individu peserta didik yang memiliki keunggulan akademis dalam pendidikan musik sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat; Olah hati: Individu peserta didik yang memiliki kerohanian mendalam, beriman dan bertakwa; Olah rasa dan karsa:  Individu peserta didik yang memiliki integritas moral, rasa berkesenian dan berkebudayaan; dan Olah raga: Individu peserta didik yang sehat dan mampu berpartisipasi aktif sebagai warga negara dan warga masyarakat Maluku.

Daftar Rujukan

Budhiman. A. 2017. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter. Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jakarta. 2017

Grace, A. P, R.A.Majidb , & Z, M. Jelas c. Music Appreciation and Self-actualization of Gifted Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences 90 ( 2013 ) 124 – 132. 6th International Conference on University Learning and Teaching (InCULT 2012)

Halman, S. The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education28(3):269-289 · August 2010 with 23,171 Reads DOI: 10.1177/0255761410370658.

Hamid, A. 2017. Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren: Pelajar dan Santri dalam Era IT & Cyber Culture. Surabaya: IMTIYAZ.

Hutchings.L,R. 2020. Mapping The Global Future. Report of the National Intelligence Council’s 2020 Project. To obtain a copy of this publication, please contact: Government Printing Office (GPO), Superintendent of Documents, PO Box 391954, Pittsburgh, PA 15250-7954; Phone: (202) 512-1800; Fax: (202) 512-2250; http:\\bookstore.gpo.gov; GPO Stock 041-015-0024-6; ISBN 0-16-073-218-2

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2017.  Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional. https://www.kemdikbud.go.id/. (Tersedia 4 Juli 2020)

Kemendikbud RI Integrasi Intrakurikuler, Kokurikuler, Dan Estrakurikuler  cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id http://upg.itjen.kemdikbud. (Tersedia 4 Juli 2020) Infografis PPK.

Djikic Maja. The Effect of Music and Lyrics on Personality. Psychology of Aesthetics Creativity and the Arts Journal. 5(3):237-240 · August 2011

Rachmawati, Y. The Role of Music in Character Building. International Journal of Learning. 17(9):61-76 · January 2010

SchäferP.Sedlmeier, C.StädtlerD. Huron. The psychological functions of music listening. Frontier in Psycholgy Journal. Published online 2013 Aug 13. Prepublished online 2013 May 24. doi: 10.3389/fpsyg.2013.00511

Stephen. MC, Trevarthen.The Human Nature of Music. Frontier in Psycholgy Journal.  Published online 2018 Oct 4. doi: 10.3389/fpsyg.2018.01680

Penulis: Pamella Mercy Papilaya, Dosen FKIP Unpatti Ambon, Tim Kurikulum Muatan Lokal Wajib Pendidikan Musik pada Pendidikan Dasar Kota Ambon.

Baca Juga

error: Content is protected !!