Sekilas Info

BIAYA RAPID TEST

Semua Wajib Ikut Edaran Kemenkes, Biaya Rapid Test di Kota Ambon Maksimal Rp150.000

satumalukuID/Istimewa Surat edaran dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, terkait batasan tertinggi biaya pemeriksaan rapid test antibody yang hanya ditetapkan sebesar Rp.150.000.

satumalukuID- Semua fasilitas kesehatan di Kota Ambon, diwajibkan untuk mengikuti surat edaran dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, terkait batasan tertinggi biaya pemeriksaan rapid test antibody yang hanya ditetapkan sebesar Rp150.000.

Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru, mengaku telah mengetahui surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tersebut. Surat edaran itu berlaku untuk semua fasilitas kesehatan, bukan saja di Kota Ambon, tetapi di seluruh Indonesia.

Kepada semua fasilitas kesehatan di Kota Manise ini, Latuheru mengharapkan untuk segera menyesuaikan biaya rapid test sebagaimana surat edaran Kemenkes tersebut. Batas biaya pemeriksaan rapid test untuk pelaku perjalanan tidak boleh lebih dari Rp150.000.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sebelumnya menetapkan enam fasilitas kesehatan yang bisa melakukan rapid test. Yaitu Rumah Sakit Sumber Hidup (GPM), Bhakti Rahayu, Al Fatah, Otto Kwick, Apotik Kimia Farma dan Klinik Prodia.

Enam fasilitas kesehatan tersebut ditetapkan tidak dengan standar pembiayaan. Artinya, mereka sendiri yang menetapkan harga rapid test. Olehnya itu, biaya pemeriksaan rapid test di setiap fasilitas kesehatan tersebut bervariasi.

Biaya rapid test tersebut, lanjut Latuheru, hanya berlaku kepada yang bukan pasien atau masyarakat yang melakukan rapid test secara mandiri. “Tapi dengan adanya edaran itu, maka semuanya harus menyesuaikan dengan tarif maksimal yang telah ditetapkan Kemenkes," pinta Latuheru kepada wartawan.

Di sisi lain, Latuheru sendiri mengaku belum menerima surat tindak lanjut dari Dinas Kesehatan Ambon terkait edaran batasan tertinggi biaya rapid test dari Kemenkes RI tersebut. Kendati demikian, dia berharap semuanya dapat mengikuti edaran yaitu tidak lebih dari batasan tersebut.

"Itu kan sudah ditetapkan biaya rapid test mandiri sebesar seratus lima puluh ribu, jadi kalau ada tarif yang melebihi dari batas maksimal yang telah ditentukan, maka itu merupakan suatu pelanggaran," tegasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!