Sekilas Info

OPINI KREATIF

SEPERTI TRANSAKSI NARKOBA

Beberapa hari terakhir ini, mengisi waktu PSBB di Ambon, saya coba hobi baru, mengambar karikatur. Selain buat isi waktu, rencananya akan menjadi ilustrasi Chapter In Book (tiap tulisan dalam buku). Buku baru saya itu berjudul ‘Sudut Pandang’ akan terbit tak lama lagi.

Hari ini saya butuh beli pensil, kertas dan spidol kecil. Jelang sore, di Jl. AP, saya tanya juru parkir. Dia arahkan ke toko A, tak jauh dari situ. Setiba di sana, toko ternyata tutup, agak menyesal juga sudah sore baru keluar cari alat gambar.

Ada satu perempuan muda duduk tak jauh dari depan toko. Rupanya dia memperhatikan gelagat saya dari tadi. Dia kemudian nanya, “mau beli apa?”, saya kaget. Saya bilang mau beli alat tulis.

Mendengar itu, dia melihat ke kiri dan kanan, kemudian membuka pintu besi. Saya diajak masuk. Tenyata ruangan terang benderang. Pintu ditutup lagi. Singkat cerita, setalah pilih-pilih, kami pun bertransaksi.

Saya mau keluar, pintu dibuka lagi. Pas saya keluar pintu ditutup lagi dari dalam. Berjalan menjauh dari toko, sambil tergesa-gesa karena sudah mau magbrib, dalam perasaan saya, kejadian tadi sama seperti baru selesai transaksi narkoba.

Seperti di film-film. Semua berlangsung cepat dan penuh rahasia. Pandemi benar-benar bikin situasi yang normal jadi new normal. Mau berkreasi dan beli alat tulis saja seperti ada dalam atraksi bak penyelundup. Ada yang punya pengalaman serupa atau lainnya? Berbagi dong.

#catatanputratimur

Penulis: Ikhsan Tualeka
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!