Sekilas Info

PLN Maluku dan Malut Gelar Diskusi Virtual Menjaring Masukan untuk Perbaiki Pelayanan

satumalukuID- PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut) menggelar diskusi virtual dengan sejumlah stakeholder di Provinsi Maluku. Tujuannya untuk menjaring masukan dan informasi yang bersifat membangun demi memperbaiki pelayanan PLN ke arah lebih baik.

Diskusi virtual atau melalui video conference diarahkan langsung dari Gedung PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Tugu Trikora, Kota Ambon, Senin (6/7/2020).

Kegiatan itu diikuti Kepala Dinas PU Provinsi Maluku, Muhammad Marasabessy, Wakil Rektor 4 Universitas Pattimura Ambon, Muspida, Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Maluku Hasan Slamat, serta perwakilan dari berbagai instansi dan organisasi lainnya seperti Dinas ESDM Maluku, Dinas Kominfo Maluku dan Sinode GPM.

“Ini menjadi salah satu momen kami dari PLN untuk menyampaikan layanan dan program kerja kami ke depan, yang tentunya membutuhkan dukungan dari stakeholder dan sebaliknya juga kami butuh input masukan dari stakeholder terhadap kinerja dan pelayanan kami,” kata General Manager PLN Maluku dan Maluku Utara, Romantika Dwi Juni Putra kepada wartawan.

Kegiatan tersebut, tambah Romantika juga bertujuan untuk mempererat hubungan pihaknya dengan para stakeholder di Maluku. Sebab, pihaknya menyadari sangat membutuhkan bantuan dari pihak atau instansi terkait lainnya dalam mendukung program yang dijalankan.

“Karena kami tahu kami tidak bisa bekerja sendirian, oleh karena itu pasti perlu bantuan, dukungan dari semua stakeholder. Sehingga dapat mendukung program kita diantaranya melistriki desa-desa yang masih banyak belum terlistriki,” katanya.

Terkait pelayanan, Romantika mengaku semua Unit Pengadaan Pelayanan (ULP) pelanggan PLN terbuka selama 24 jam. Selain ULP, pelayanan serupa juga terbuka oleh masyarakat pada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3). “Selain itu kita juga ada call center 123, bisa juga lewat facebook, instagram, telegram ada semua. Chanelnya (pengaduan masyarakat) cukup banyak,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta diskusi virtual yaitu Kepala Ombudsmen Perwakilan Provinsi Maluku, Hasan Slamet, mengapresiasi kegiatan diskusi virtual yang dilakukan PLN Maluku. Dia mengaku kegiatan tersebut merupakan bentuk dari rasa ikhtiar PLN selama ini yang telah banyak melakukan sosialisasi.

Hingga saat ini, Hasan mengaku pihaknya belum menerima laporan masyarakat Maluku terkait dengan problem tagihan listrik. Padahal, permasalahan itu menjadi problem yang diperbincangkan sampai tingkat nasional.

“Kami tidak mendapatkan laporan. Itu menunjukan bahwa keluhan yang seperti di Jakarta itu tidak terjadi di Maluku atau ada penemuan seperti itu tapi tidak sempat dilaporkan. Kegiatan sosialiasi dan publikasi seperti ini, juga membuat masyarakat sangat tercerahkan sekali,” katanya.

Menyoal rencana PLN untuk menjadikan Ambon sebagai Kota Metropolitan, Hasan berharap agar tidak hanya pada kota ini, namun dapat diperluas yaitu Pulau Ambon. Sehingga, tidak muncul adanya diskriminasi yang dilakukan oleh PLN.

“Ambon itu bukan hanya Kota Ambon tetapi yang dimaksud itu tolong diperluas yaitu Pulau Ambon. Soalnya pinggiran-pinggiran Pulau Ambon seperti Jasirah Leihitu, Leihitu Barat, kemudian Leitimur Selatan,” pintanya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!