Sekilas Info

KISAH INSPIRATIF

AKBP Apeles Letty, Sang Juara Tinju yang Kini Menjabat Kepala SPKT Polda Maluku

Foto: Dokumentasi Apeles Letty saat berjabat mangan dengan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Jaffar.

NAMA Apeles Letty pernah dikenal luas sebagai petinju berprestasi asal Maluku dan Indonesia di tahun 1980 an hingga awal 1990 an. Prestasinya di kelas bulu 60 kg mengkilat dari level daerah, nasional, hingga Asia Tenggara.

Prestasi emas Apeles di tinju amatir mulai melejit sejak geluti olahraga baku pukul ini di tahun 1981. Dia berlatih di sasana Garuda Pattimura yang berlokasi di halaman belakang rumah pelatih legendaris almarhum Teddy Van Room di kawasan Belakang Soya. Saat itu dilatih oleh pelatih Otje Tehupeiory (alm) dan Max Aponno. Lantaran Teddy Van Room telah meninggal dunia.

Pertama tampil Apeles langsung menjadi juara Teddy Van Room Cup 1981 dan dinobatkan sebagai the best boxer tahun 1982. Kejuaraan itu selama tiga tahun berturut-turut dijuarainya. Namanya makin disegani di level nasional.

Di saat prestasinya sedang menanjak. Apeles tak lupa pikirkan masa depannya. Karena itu pada tahun 1983, dia ikut tes Sebamilsuk (Sekolah Bintara Militer Sukarela) Polri. Dia lulus dan bertugas jadi anggota Polri tahun 1984. Ditempatkan pertama kali di Polres Maluku Utara pada Satuan Sabhara. Lalu dipindahkan ke Satlantas.

Setelah jadi anggota Polri. Apeles ternyata tidak berhenti jadi petinju. Kiprah dan prestasi nya malah makin naik di tahun 1984. Tepatnya bulan Oktober ikut Kejurda di Ambon mewakili kabupaten Malut dan juara. Pada tahun yang sama, Apeles sukses menjuarai even bergengsi tinju amatir yakni Sarung Tinju Emas di Samarinda Kaltim dan juga Kejurnas.

Namun pada Desember 1984 dia dimutasikan ke Polres Ambon. Karier tinju dan polisi nya berjalan makin menjulang. Apeles pun direkrut masuk Pelatnas di Jakarta. Pada April 1985 dia masuk tim tinju Indonesia mengikuti Merdeka Games di Brunei Darusalam saat itu mencapai final dan meraih medali perak.

"Kenangan paling berkesan bagi beta terjadi tahun 1985. Karena saat Kejurnas Pra PON di Palembang dan PON ke-9 bulan Agustus di Jakarta, beta berhasil sumbangkan medali emas untuk kontingen Maluku. Kemudian bulan Desember ikut SEA Games di Bangkok Thailand capai final dan sumbangkan medali perak untuk Indonesia," ungkap Apeles kepada satumaluku.id di Ambon, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, momen indah tahun 1985 karena bisa bergabung dengan seluruh atlet Indonesia dan negara-negara ASEAN. "Apalagi waktu Pelatnas SEA Games, berlatih bersama di Istora Senayan dengan atlet bulutangkis dunia asal Indonesia. Misalnya Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Eddy Hartono, Ivana Lee dan lainnya," kenang Apeles.

Apeles Letty bersama petinju senior Indonesia asal Maluku yang dikenal sebagai Raja Kelas Layang, Harry Maitimu, saat burada di Pelatnas Sea Games 1985.

Apeles adalah generasi emas tinju Maluku pasca era Wiem Gomies, Elly Pical, Herry Maitimu, Charkes Thomas, Noche Thomas, Max Auty, Polly Pesireron dan lainnya. Ia seangkatan dengan Nico Thomas yang jadi juara dunia tinju prof, Teko Lewaherilla, Albert Papilaya, Vence Patty,, Errol van Room, Alex Thomas, Alex Parera, Agus Titaley dan lainnya.

Perjalanan panjang di atas ring di akhirinya pada tahun 1991. Dia memilih gantung sarung tinju alias stop jadi atlet tinju, dan konsentrasi berkarier sebagai anggota Polri. "Puji Tuhan, karena pada 1996/1997 diberi kesempatan ikut pendidikan perwira Polri. Usai pendidikan Secapa, beta konsen penuh berkarier sampai akhirnya pangkat mencapai dua melati atau AKBP seperti saat ini," kisah Apeles yang lahir di Adodo Fordata Maluku Tenggara Barat.

Setelah jadi perwira Polri karena sibuk dengan tugas, maka dia berhenti total dari dunia tinju termsuk istirahat jadi pelatih. Tetapi darah bertarungnya di atas ring ternyata tak bisa ditinggalkan. Dia kembali mengabdikan diri untuk melatih generasi muda bertinju. Untuk itu, tahun 2015 melatih lagi bibit bibit muda di Sasana Lavan Watu Boxing Camp di kawasan Farmasi Atas, Kudamati Ambon. "Semoga ada yang mau menjadi bapsk angkst bagi pembinasn petinju-petinju muda yang beta latih," harap alumni SMA Kartika Chandra Kirana Ambon ini.

Apeles juga meski sudah petwira polisi. Namun dia tetap ingin meningkatkan kapasitas dirinya. Karena itu ia lantas kuliah di Fakultas Hukum Unpatti Ambon. "Syukur. Sebab tahun 2017 beta bisa selesaikan kuliah dan meraih gelar SH," ucapnya, seraya ungkapkan prinsip selama ada kemauan pasti ada jalan.

Lantaran itu, Apeles memotivasi para petinju dan generasi muda untuk harus tetap disiplin baik dalam berlatih maupun mengejar cita-cita. Jangan terlena dengan situasi dan kondisi. Sebab prestasi atau tidak berkarier, kuncinya ada pada diri sendiri.

Tentang prestasi tinju Maluku yang mulai menurun. Apeles menilai karena kurang adanya pembinaan rutin serta minim nya even-even tinju digelar. "Faktor penting lain selain disiplin. Ya Maluku butuh orang-orang cinta tinju dan mau berkorban seperti Hadi Budoyo di jaman nya dan almarhum Teddy Van Room dan lainnya,"" tutur Apeles yang beristrikan Paulina Letty/Selgaden dan dikaruniai empat anak ini.

Di posisi nya sekarang sebagai perwira Polda Maluku, Apeles pun mengaku bangga perjuangan rekan-rekan sesama petinju Maluku maupun nasional yang mantan maupun kini juga sukses berkarier jadi perwira Polri. Dia menyebut nama-nama senior nya seperti almarhum Wiem Saoulete, Benny Keliombar, kemudian Kompol Albert Papilaya, Iptu Thomas Keliombar dan paling melejit kariernya yakni Brigjen Pol Johny Asadoma.

Perjalanan karier Apeles dari seorang petinju menjadi perwira polisi diantaranya yakni:

1. Pamapta Polres Malra
2. Kapolsek Kei Kecil
3. Kapolsek Tanimbar Utara
4. Kapolsek Pulau Aru
5. Kasat Reskrim Polres Malra
6. Kabag Sumda Polres MTB
6. Gadik Madya di SPN Passo
7. Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Maluku
8. Kayanma Polda Maluku
9. Kasubdit Dalmas Dit Sabhara Polda Maluku
10. Serta kini menjabat Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) Polda Maluku.

Sukses terus bung Apeles. Selamat HUT Polri ke-74. (NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!