Sekilas Info

MASA PANDEMI COVID-19

Pemprov Maluku Masih Menunggak Miliaran Rupiah Biaya Ganti Rugi Lahan RSUD dr Haulussy Ambon

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta RSUD dr. M. Haulussy Ambon di Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

satumalukuID - Pemprov Maluku belum melunasi sisa pembayaran ganti rugi lahan RSUD dr M Haulussy Ambon miliaran rupiah kepada Yohanis Tisera, selaku ahli waris.

"Pemprov belum sanggup membayar keseluruhan biaya ganti rugi lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan asrama putra dan putri serta asrama tenaga doker RSUD Haulussy," kata Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku Alwiyah Alidrus di Ambon, Kamis (2/7/2020).

Pengakuan Kepala Biro Hukum ini disampaikan dalam rapat kerja komisi I DPRD Maluku dipimpin Jantje Wenno selaku wakil ketua dan dihadiri Kanwil BPN provinsi maupun keluarga waris.

Menurut Alwiyah, pelunasan uang ganti rugi terhadap ahli waris Yohanes Tisera baru bisa dilanjutkan pada 2021, ketika penanganan pandemi COVID-19 berakhir.

Dia mengakui saat ini anggaran daerah masih fokus digunakan untuk penanganan wabah corona di Maluku, sehingga pembiayaan ganti rugi lahan tertunda.

"Kami juga belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, tetapi pemprov berharap kepada ahli waris untuk bersabar, namun yang pasti di 2021 bisa diselesaikan pembayaran lahannya," jelas Alidrus.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ambon, Pemprov Maluku harus membayar ganti rugi lahan kepada Yohanis Tisera selaku ahli waris senilai Rp69 miliar.

Pemprov Maluku telah melakukan negosiasi dengan ahli waris dan hanya dapat menyanggupi pembayaran ganti rugi lahan sebesar Rp49,97 miliar dan kesepakatan itu dituangkan dalam akta notaris Kristianti Numahuri tertanggal 19 Januari 2019.

Dalam akte notaris ini disebutkan kalau proses pembayaran ganti rugi lahan dilakukan secara bertahap dan realisasi untuk 2019 Rp10 miliar, kemudian Rp3 miliar tahun kedua dan tersisa Rp36,97 miliar yang akan dibayar tahun 2021.

Baca Juga

error: Content is protected !!