Sekilas Info

Lahan RSUD dr Haulussy Ambon yang Belum Dibayar Lunas Pemprov Maluku Belum Bisa Dibuatkan Sertifikat

satumalukuID - Kepala seksi Infrastruktur Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon Josep mengatakan tanah puluhan ribu meter persegi yang diperuntukkan bagi pembangunan asrama putra dan putri serta asrama tenaga dokter RSUD Ambon belum bersertifikat.

"Sampai saat ini lokasi di sana (RSUD Haulussy) belum bersertifikat dan untuk masalah sengketa lahan di sana kami belum dapat gambaran, sebab data-data pembuatan sertifikat belum ada di BPN," ujarnya.

Setiap peserta yang ingin mengajukan pendaftaran membuat sertifikat tanah harus disertai dengan alat-alat bukti resmi yang autentik dan memenuhi persyaratan.

BPN pernah melakukan pengukuran keseluruhan lahan RSUD Haulussy Ambon seluas 43.466 meter persegi atau 43,46 hektar.

Rincian lahan itu untuk Bapelkes seluas 355.57 meter persegi, jalan raya 1.97 meter persegi, rumah bank 721 meter persegi, Sekolah Perawat Kesehatan 7.39 meter persegi, dan kamar mayat lama 392 meter persegi.

Kemudian ada bak penampungan air lama 574 meter persegi, rumah dinas dokter 1.342 meter persegi, tanah hibah 12 ribu meter persegi, dan RSUD Haulussy 15.645 meter persegi atau 1,56 hektar.

"Luasan tanah di sana (RSUD Haulussy) 43.644 meter persegi dan sampai saat ini status tanahnya belum bersertifikat," jelas Josep.

Baca Juga: Ahli Waris Yohanes Tisera Baru Dibayar 13 Miliar Rupiah Biaya Ganti Rugi Lahan RSUD dr Haulussy Ambon

Menurut ahli waris  Yohanes Tisera, sudah ada kesepakatan jika pembayarannya mencapai 80 persen barulah lahan itu bersertifikat.

Lahan yang sudah dibangun asrama untuk dokter dan asrama putra-putri RSUD ini sempat berproses di Pengadilan Negeri Ambon hingga ke Mahkamah Agung selama 12 tahun.

Baca Juga

error: Content is protected !!