Sekilas Info

Ahli Waris Yohanes Tisera Baru Dibayar 13 Miliar Rupiah Biaya Ganti Rugi Lahan RSUD dr Haulussy Ambon

satumalukuID - Yohanes Tisera selaku ahli waris membenarkan Pemprov Maluku telah membayar lahan sengketa senilai Rp13 miliar dan sudah ada kesepakatan jika pembayarannya mencapai 80 persen barulah lahan itu bersertifikat.

Lahan yang sudah dibangun asrama untuk dokter dan asrama putra-putri RSUD ini sempat berproses di Pengadilan Negeri Ambon hingga ke Mahkamah Agung selama 12 tahun.

Pihak-pihak yang sempat bersengketa antara lain Pemprov Maluku, keluarga Yakobus Abner Alfons, Yosepus Nikodemus Waas dan Pemerintah Negeri Amahusu. PN Ambon dan Mahkamah Agung RI telah memutuskan lahan tersebut milik ahli waris Yohanes Tisera dan berkekuatan hukum tetap (Inkrah).

Baca Juga: Pemprov Maluku Masih Menunggak Miliaran Rupiah Biaya Ganti Rugi Lahan RSUD Dr Haulussy Ambon

Sementara Wakil ketua komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno mengatakan, komisi yang membidangi pemerintahan, hukum dan pertahanan berhak memanggil pihak-pihak yang bersengketa terkait perluasan lahan pembangunan perumahan dokter dan asrama putra dan putri RSUD Haulussy Ambon.

"Ganti rugi lahannya berkaitan dengan perluasan tanah RSUD Haulussy. Tanah di sana memang bersengketa dan akhirnya dimenangkan ahli waris Yohanes Tisela berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA)," tandasnya.

Setelah Putusan MA, Yohanes Tisera meminta ganti rugi ke pemprov dan jika tidak dibayarkan maka waris akan mengajukan eksekusi lahanRSUD Haulussy.

Ahli waris Yohanes Tisela mematok harga lahan tersebut mencapai Rp 65 miliar. Namun kata Wenno setelah negosiasi antara pemda melalui tim dan pihak ahli waris pemda Maluku bisa menyanggupi Rp 49,97 miliar.

Sebelum membayar, pemerintah Maluku meminta pendapat pengadilan negeri (PN) Ambon terhadap putusan kasasi yang berkekuatan hukum tetap. Setelah putusan tersebut pemerintah Maluku membuat perjanjian melalui akta notaris untuk proses pembayaran ganti rugi lahan sebesar Rp 49,97 miliar.

Sehingga setiap tahun anggaran, Pemprov Maluku melakukan pembayaran secara mencicil dan yang baru terealisasi senilai Rp13 miliar.

Baca Juga

error: Content is protected !!