Sekilas Info

KASUS NARKOBA

Oknum Bendahara Pertamina Wayame Ambon Pakai Narkoba Sejak Kuliah Hingga Ditangkap

satumalukuID - Oknum bendahara kantor pada PT. Pertamina Terminal Transit Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Kota Ambon, berinisial ALM (sebelumnya diberitakan berinisial H) terungkap telah menggunakan narkotika jenis sabu-sabu sejak masih berstatus mahasiswa hingga ditangkap polisi.

Lelaki 36 tahun ini digrebek tim Ditresnarkoba Polda Maluku di rumahnya yang berada di Perumahan Pertamina, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (31/5/2020) sekira pukul 22.00 WIT. Di tangannya, polisi mengamankan barang bukti sabu sisa pemakaian seberat 0,10 gram.

Karyawan BUMN itu tidak sendiri ditangkap. Dia disergap selang satu jam setelah penyidik berhasil mengamankan MMS, warga Wayame, Kecamatan Teluk Ambon. Pria 40 tahun ini disergap di depan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), dr. J. Leimena, Wailela-Rumah Tiga Ambon pukul 21.00 WIT.

“ALM mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak tahun 2001. Dia pertama kali memakai sabu di Makassar saat kuliah, dan yang terakhir pada tanggal 31 Mei 2020 di rumahnya,” ungkap Kabid Humas Kombes Pol. M. Roem Ohoirat kepada satumalukuID di Mapolda Maluku, Rabu (1/7/2020).

Selain barang bukti sabu dalam plastik bening yang diamankan, penyidik juga menemukan peralatan konsumsi zat adiktif tersebut yang siap dipakai (bong). Alat itu diduga baru saja digunakan dan penyidik juga menyita satu unit HP milik tersangka.

“Barang bukti tersebut tersangka sembunyikan di bawah kolong meja ruang tamu. Tersangka mengaku membeli sabu satu peket dengan harga satu juta rupiah (Rp.1.000.000) pada 28 Mei 2020 dari temannya,” kata Ohoirat.

Saat ini, teman tersangka yaitu MN yang diduga sebagai penjual sabu telah ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“MN sudah dimasukan sebagai DPO. Kalau ALM ditangkap setelah penyidik mengamankan MMS dengan barang bukti sabu seberat 0,12 gram, bong (peralatan konsumsi sabu), satu buah HP Samsung dan satu unit Sepeda Motor Yamaha Mio Z di depan RSUP Leimena,” kata Ohoirat.

Barang bukti yang diamankan di dalam jok motor metik milik tersangka MMS, pegawai kontrak yang bertugas sebagai tenaga bongkar muat di TBBM Wayame ini, diberikan oleh ALM. Barang bukti itu dibeli oleh ALM atas permintaan MMS.

“Tersangka (MMS) mengaku sabu diperolehnya dangan cara dibeli melalui perantara ALM. Atas keterangannya anggota kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka ALM,” terangnya.

Berkas kedua tersangka, tambah mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara ini, telah dilimpahkan dalam tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku pada 16 Juni 2020 lalu.

“Kedua tersangka dijerat menggunakan Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!