Sekilas Info

KEBUTUHAN POKOK

Pulau Marsela, Wetar, Damer, Dawelor dan Dawera di Maluku Barat Daya Mulai Kesulitan Bahan Pokok

satumalukuID/freepik.com Ilustrasi beras.

satumalukuID - Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yermias menyebutkan, sejumlah pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), saat ini mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan pokok.

Kepada wartawan di Gedung DPRD Provinsi Maluku, Senin (29/6/2020), Anos menuturkan, pulau-pulau yang mulai mengalami kelangkaan kebutuhan pokok tersebut, antara lain Pulau Marsela, Pulau Wetar, Pulau Damer, Pulau Dawelor dan Pulau Dawera.

“Kelangkaan ini akibat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) MBD menutup akses masuk kapal pembawa kebutuhan pokok dari Ambon ke wilayah gtersebut selama masa pandemi Covid-19,” ungkap Anos.

Sebenarnya pemerintah setempat bukan bertujuan menutup akses masuknya kebutuhan pokok, namun menurut Anos, Pemkab MTB kuatir ada oknum warganya yang datang dari Kota Ambon, menyusup dan ikut berangkat dengan kapal yang sebenarnya dikhususkan untuk mengangkut barang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kadis Perhubungan Kabupaten MBD. Mereka tidak mau menerima kapal dari Ambon. Alasannya jangan sampai ada penyusupan. Artinya ada orang-orang yang tidak boleh berangkat tetapi menyusup dan berangkat ikut dengan kapal barang dari Kota Ambon,” beber Anos.

Kekhawatiran itu lanjut Anos, mengingat saat ini Kota Ambon merupakan daerah zona merah Covid-19. Takutnya warga MBD dari Ambon yang menumpang kapal barang ke dadrah tersebut tidak bebas dari Clovid-19.

“Padahal maksud dan tujuan kita menggerakan kapal masuk ke pulau-pulau, dalam rangka membantu distribusi kebutuhan pokok. Namun pihak Pemkab MBD belum menerima kedatangan kapal barang ini,” terang Anos.

Lantaran itu, Anos katakan, sampai hari ini kapal perintis yang biasanya membawa kebutuhan pokok ke pulau-pulau, masih berlabuh di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.

Tidak heran, lanjut dia, di Pulau Damer misalnya, stok berasnya mulai menipis. Warga juga mulai kesulitan mencari gula pasir dan minyak kelapa. Kondisinya tidak jauh berbeda dengan di Pulau Dawelor, Pulau Dawera, dan Pulau Marsela.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten MBD bisa menyelesaikan masalah ini. Sebab masyarakat sudah mulai menggantungkan hidupnya pada hasil kebun. Itu pun jumlahnya tidak terlalu banyak,” pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!