Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Satu Tersangka Kasus Pembobolan Dana BNI Ambon Diserahkan ke Jaksa

satumalukuID/Ian Toisuta Kantor BNI Cabang Ambon di Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

satumalukuID- Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21), Wiliam Alfred Ferdinandus, satu tersangka dalam kasus dugaan pembobolan dana nasabah BNI Kantor Cabang Utama Ambon, akhirnya diserahkan kepada kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Wiliam yang bertugas sebagai Teller pada BNI Ambon ini diduga kuat ikut terlibat dalam pusaran kasus korupsi bernilai jumbo tersebut. Dia diserahkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku di Markas Kejati Maluku, Kota Ambon, Rabu (24/6/2020).

"Sudah tahap II (Penyerahan tersangka dari penyidik kepolisian kepada jaksa) tadi," kata Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, kepada satumalukuID, sore tadi.

Dengan penyerahan tersebut, maka saat ini tersisa satu tersangka kasus BNI Ambon lainnya, yaitu Tata Ibrahim, Staf Divisi Humas BNI Wilayah Makassar, yang belum diserahkan.

Wiliam merupakan satu dari 8 orang tersangka yang berhasil dijerat dalam kasus pembobolan dana milik 32 orang nasabah BNI tersebut. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Maret 2020 lalu setelah tersangka lainnya yaitu Tata Ibrahim, Staf Divisi Humas Kantor Wilayah BNI Makasar.

"Untuk berkasnya Tata Ibrahim sendiri belum P21, karena dia masih di Karantina," kata mantan Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease tersebut.

Sekedar tahu, kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon ini merugikan bank pelat merah itu sebesar Rp.58.950.000.000. Hasil penyelidikan meringkus 8 orang tersangka dengan peran utamanya adalah Farradhiba Yusuf alias Fara.

Dari 8 tersangka itu, 6 diantaranya telah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon. Mereka yaitu Farradhiba Yusuf, mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon dan anak angkatnya Soraya Pellu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mardika-Andi Rizal alias Callu, Kepala KCP Tual-Chris Rumalewang, Kepala KCP Aru-Josep Maitimu, dan Kepala KCP Masohi-Martije Muskita.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!