Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Berkas Perkara Satu Tersangka Kasus BNI Ambon Dinyatakan Lengkap oleh Kejati Maluku

satumalukuID/Ian Toisuta Kantor BNI Cabang Ambon di Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

satumalukuID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, akhirnya menyatakan berkas perkara milik Wiliam Alfred Ferdinandus, tersangka kasus pembobolan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon, lengkap alias P21.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, setelah berkas Wiliam yang merupakan teller pada BNI 46 Ambon dinyatakan lengkap, pihaknya selanjutnya akan menyiapkan proses penyerahan kepada JPU.

“Selanjutnya yang bersangkutan akan kami serahkan bersama barang bukti keterlibatannya kepada Jaksa atau proses tahap II. Dalam waktu dekatlah, kita akan serahkan,” kata Santoso, Senin (22/6/2020).

Wiliam merupakan satu dari 8 orang tersangka yang berhasil dijerat dalam kasus pembobolan dana milik 32 orang nasabah BNI tersebut. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Maret 2020 lalu setelah tersangka lainnya yaitu Tata Ibrahim, Staf Divisi Humas Kantor Wilayah BNI Makasar.

"Untuk berkasnya Tata Ibrahim sendiri belum P21, karena dia masih di Karantina," kata mantan Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease tersebut.

Sekedar tahu, kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon tersebut merugikan bank pelat merah ini sebesar Rp.58.950.000.000. Hasil penyelidikan meringkus 8 orang tersangka dengan peran utamanya adalah Farradhiba Yusuf alias Fara.

Dari 8 tersangka itu, 6 diantaranya telah bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon. Mereka yaitu Farradhiba Yusuf, mantan Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon dan anak angkatnya Soraya Pellu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mardika-Andi Rizal alias Callu, Kepala KCP Tual-Chris Rumalewang, Kepala KCP Aru-Josep Maitimu, dan Kepala KCP Masohi-Martije Muskita.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!