Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Tantangan dari Gubernur Maluku Diseriusi Musisi Jerinx, Tualeka: Dia Sekadar Cari Sensasi

satumalukuID/Istimewa Direktur Beta Kreatif, Ikhsan Tualeka, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

satumalukuID - Belakangan penekanan Gubernur Maluku dalam memberikan pengarahan kepada warga Maluku agar tetap patuh pada protokol Covid-19, justru ditanggapi serius oleh musisi Jerinx.

Dengan nada bercanda, Murad menantang pengkritik penanganan Covid-19, untuk hidup bersama pasien positif terpapar virus, bahkan bersedia menyewa rumah para pengkritik tersebut.

Lewat akun instagram-nya, musisi yang belakangan sering melontarkan keyakinannya tentang teori konspirasi di balik wabah Covid-19 ini pun menyanggupi tantangan itu, sembari meminta dua syarat kepada Murad Ismail.

Pertama, Jerinx meminta surat pengantar bebas rapid test yang dia perlukan saat membeli tiket pesawat. “Kita semua tahu, rapid test akurasinya ngaur," tulisnya.

Drummer band Superman Is Death ini bilang, jika setelah dirinya menjalani tantangan Murad Ismail, Ia baik-baik saja, maka dia berharap mantan Komandan Korps Brimob Polri ini, mengundurkan diri sebagai Gubernur Maluku. “Deal, Saya tunggu respon anda via DM,” tantangnya.

Namun tantangan balik dari Jerinx rupanya mendapat respon minor. Ikhsan Tualeka dari Beta Kreatif menilai Jerinx berlebihan dan terkesan hanya cari sensasi.

“Saya kira respon Jerinx berlebihan dan hanya sakadar cari sensasi di tengah pandemi. Pernyataan Gubernur Maluku harus dilihat pada konteksnya, antara lain agar publik melihat situasi pandemi ini dengan serius dan bukan main-main,” jelas Tualeka.

Ia justru menyarankan, kalau Jerinx mau menanggapi serius tantangan itu, ya jalani saja, kenapa harus bawa-bawa jabatan atau berharap Gubernur Maluku mundur kalau dia menerima tantangan itu.

“Jangan mau cari sensasi yang justru malah membuat fokus penanganan Covid-19 menjadi kendor. Mungkin dia juga tak berani makanya taruhan yang dia ajukan itu jabatan orang lain,” sentil Tualeka.

Menurut penulis buku Catatan Putra Timur: Perjalanan dan Gagasan ini, kalau berani dan lebih percaya teori konspirasi, dan hendak buktikan itu, nggak perlu jauh-jauh ke Ambon. "Tinggal aja di ruang isolasi pasien Covid-19 di Jakarta, dan kita sama-sama lihat hasilnya bagaimana," tandasnya.

Sebagai publik figure, sebelum merespon satu isu, Tualeka katakan, Jerinx juga harus melihat konteks dan asal muasal satu pernyataan itu disampaikan, dan untuk apa pernyataan itu.Juga pada siapa dan dalam kultur seperti apa masyarakatnya.

“Mungkin Jerinx dan para pengikut teori konspirasi lainnya tidak paham, atau mengabaikan bahwa Covid-19 sendiri memang tidak begitu berbahaya, kalau menyerang orang sehat. Ditest positif juga kebanyakan orang tanpa gejala,” urai Tualeka.

Dirinya menambahkan, tetapi kalau menyerang orang yang sudah punya penyakit lain atau bawaan, kemungkinan survive-nya rendah sekali. Karena tubuh mereka sudah mengalami kemunduran kemampuan membuat antibodi.

Lebih lanjut Ikhsan menyebutkan, jadi jangan karena merasa sehat lalu menyanggupi satu tantangan. Padahal tantangan itu sendiri bisa jadi adalah cara satu pemimpin daerah dalam mengajak masyarakat lebih peduli.

"Respon berlebihan dari Jerinx itu justru yang bisa merusak upaya penanggulangan Covid-19 di satu daerah seperti di Maluku”, pungkasnya.

Penulis: Embong
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!