Sekilas Info

Sempat Dicor, Jalan Lintas Seram di Desa Kamarian Dibuka Sekembalinya Bupati SBB

satumalukuID- Sempat ditutup menggunakan beton sore tadi, Jalan Lintas Seram yang berada di Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali dibongkar warga setempat malam ini, Rabu (17/6/2020).

Penutupan jalan Trans Seram yang menghubungkan tiga Kabupaten yaitu Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur ini, sempat membuat arus lalu lintas atau lalu lalang kendaraan bermotor menjadi terganggu.

Aksi penutupan jalan itu dilakukan warga karena Bupati SBB tidak datang untuk merespon tuntutan mereka. Penutupan jalan menggunakan material pasir, batu dan simen ini akhirnya kembali dibongkar setelah mendapat penjelasan dari Bupati langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya benar, tapi sudah terbuka,” kata Kepala Polres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar melalui telepon genggamnya Rabu malam ini.

Lalu apa yang melatari warga melakukan aksi unjuk rasa hingga terjadinya pengecoran jalan lintas Seram tersebut, belum diketahui perwira dua melati di pundaknya tersebut.

“Kalau soal penyebabnya saya belum tahu. Coba langsung di tanyakan ke pemerintah setempat,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumalukuID, menyebutkan, aksi demonstrasi hingga terjadinya penutupan jalan ini merupakan tindaklanjut dari aksi sebelumnya yang dilakukan masyarakat Kamarian pada Kamis (11/6/2020) lalu.

Aksi itu melahirkan beberapa tuntutan kepada Bupati SBB diantaranya terkait kinerja Pejabat Desa Kamarian. Selain itu, Surat Keputusan Perpanjangan Penjabat Kepala Desa Kamarian dinilai tidak sah oleh BPD. Sebab tidak dibubuhi cap dan tandatangan asli dari Bupati (SK Foto Copy). Juga adanya temuan pelanggaran pengolahan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 lalu.

Dugaan kejanggalan penggunaan DD dan ADD diantaranya pembangunan sarana dan prasarana pariwisata yang sudah terealisasi dengan jumlah dana sebesar Rp.59.450.000. Sayangnya, pembangunan itu ternyata fiktif.

Pembayaran upah kerja tukang pada pembangunan kantor Desa Kamarian yang tidak sesuai dengan laporan yang disampaikan. Pasalnya, tukang hanya menerima upah sebesar Rp.8.500.000, namun dalam laporannya terjadi peningkatan sebesar Rp.28.500.000. Adanya indikasi penipuan terhadap upah kerja tukang. Mereka diserahkan kwitansi kosong untuk ditandatangani.

Selain itu, pada program pemberdayaan masyarakat, terdapat pengadaan peralatan bengkel motor dan mobil yang terealisasi tahun 2019. Sayangnya, hingga saat ini alat-alat pengadaan tersebut tidak pernah sampai di tangan masyarakat.

“Maka berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten, Kapolsek dan Koramil, pada 11 Juni lalu, maka diberitahukan kepada masyarakat Kamarian bahwa akan diadakan aksi lanjutan hari ini pukul 12.00 WIT sampai selesai, bertempat di jalan trans seram, RT 18, Dusun Marponewey,” demikian isi surat pemberitahuan yang diterima satumalukuID. Surat itu ditandangani koordinator aksi M. Pocerattu, Y. Tauran, dan J. Tuhehay.

Informasi lain yang dihimpun satumalukuID, yaitu aksi penutupan jalan terjadi sekira pukul 17.00 WIT. Blokade jalan menggunakan beton baru dapat terbuka setelah Bupati SBB, M. Yasin Payapo menemui pengunjuk rasa dan menerima tuntutan mereka secara langsung.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!