Sekilas Info

KASUS BRI AMBON

BRI Ambon Resmi Lapor Balik Pelaku Pemalsuan Dokumen, Tinggal Penetapan Tersangka

satumalukuID- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, resmi melaporkan pegawai outsourcing-nya, Rabu (17/6/2020). Dia diduga telah memalsukan tandatangan pimpinan bank pelat merah itu dan membuat dokumen Retensi palsu, tak sesuai formulir asli.

Pegawai outsourcing berinisial KT, ini juga diduga yang melakukan pencatatan palsu nominal saldo pada rekening milik nasabah BRI Ambon atas nama Fransina Nirahua. Hasilnya, dana deposito dalam program Retensi sebesar Rp.211.550.000, tidak masuk dalam sistem.

Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, secara resmi pihaknya telah menerima laporan polisi (LP) dari pimpinan BRI Ambon, Abdul Muin hari ini. Setelah diterima, proses selanjutnya tinggal penetapan tersangka.

Proses penetapan tersangka bakal dilakukan setelah proses penyelidikan sudah bergulir sejak kasus ini diadukan oleh korban. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi membuka akar permasalahan kasus tersebut.

“Sebenarnya tidak penyelidikan lagi. Sudah pada penetapan tersangka. Cuman LP-nya baru dibuat tadi kan. Tapi seharusnya kita buat sprint penyidikan baru melakukan tindakan-tindakan pemeriksaan untuk melengkapi berkas, tapi kadang di bawah ini sudah jalan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kepala BRI Cabang Ambon, Abdul Muin, diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pembobolan dana nasabah bank itu sebesar Rp.211.550.000, Senin (15/6/2020). Di hadapan penyidik, dia mengaku kecolongan dan langsung mengganti uang nasabah tersebut. Namun pihak BRI Ambon akan lapor balik anak buahnya sendiri yang diduga telah memalsukan tandatangannya.

Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol. Eko Santoso, mengatakan, Abdul Muin menjabat sebagai pimpinan BRI Cabang Ambon sejak 1 Januari 2019. Permasalahan itu baru diketahuinya setelah diadukan oleh korban Fransina Nirahua pada Desember 2019. Dia juga membenarkan adanya program Retensi yang merupakan program terpusat BRI.

Dalam realisasi program tersebut dengan korban, diakui dijalankan oleh Kalvin Tomaluweng, pegawai Outsourching BRI. Kalvin disebut telah memalsukan tandatangannya selaku pimpinan. Dia juga diduga telah membuat dokumen Retensi palsu yang tidak sesuai Formulir aslinya. Selain itu, lanjut Santoso, Kalvin juga diduga melakukan pencatatan palsu nominal saldo pada rekening milik korban Fransina Nirahua tersebut.

“Kepala BRI itu tidak terlibat, jadi malah dia merasa kecolongan. Tapi BRI bertanggungjawab untuk menggantikan uang nasabah. BRI juga akan melaporkan pelaku (Kalvin). Kasusnya tetap, cuman pelapornya nanti berubah jadi BRI bukan dari korban,” kata Santoso kepada satumalukuID.

Setelah pemeriksaan terhadap pimpinan BRI Ambon, uang nasabah yang hilang itu kemudian langsung digantikan. Pergantian pertama ternyata telah dilakukan pada 13 Januari 2020 lalu. Kala itu pergantian dilakukan secara tunai sebesar Rp.35.000.000. Kalau jumlah sisanya yaitu Rp.176.550.000 sudah ditransfer kemarin, Senin (15/6/2020).

“Dana yang diikutkan Retensi Rp.211.550.000. Telah dilakukan pergantian secara bertahap oleh BRI yakni pertama pada tanggal 13 Januari 2020 sebesar Rp.35.000.000 diserahkan tunai dan yang kedua tanggal 15 Juni 2020 sebesar Rp.176.550.000 ditransfer ke rekening korban,” pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!