Sekilas Info

Bantuan APD dari Asosiasi Pengusaha Kapal untuk Tenaga Medis di Ambon Diterima Gubernur Maluku

satumalukuID/Istimewa Kantor Gubernur Maluku di Ambon

satumalukuID – Bantuan alat pelindung diri (APD) untuk paramedis yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon, Maluku, Senin (15/6/2020), diserahkan Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA).

Rony Rambitan, pengusaha kapal dan juga anggota organisasi tersebut yang menyerahkan langsung bantuan dimaksud kepada Gubernur Maluku Murad Ismail, di lobi kantor Gubernur Maluku, Senin (15/6/2020).

Adapun APD berupa baju hazmat sebanyak dua boks (40 buah), satu boks (50 buah) pelindung wajah serta dua boks kaca mata medis (googles) tersebut kemudian diserahkan Gubernur kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku, Kasrul Selang

Selain bantuan DPP INZA, GTPP Maluku juga menerima sejumlah bantuan yang disalurkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  tiba di Ambon pada Senin. Bantuan yang dikirim BNPB tersebut merupakan sumbangan dari sejumlah kementerian dan lembaga serta perusahaan nasional.

"Saya berterima kasih kepada DPP INZA yang sudah membantu kami APD untuk tenaga medis yang bertugas di garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Ambon dan Maluku," kata Gubernur.

Murad yang juga Ketua GTPP Maluku meminta Kasrul Selang untuk mempercepat penyalurannya ke rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota provinsi Maluku tersebut, sehingga berdampak melindungi para tenaga medis dari kemungkinan terjangkit pandemi tersebut.

Dia menyatakan, para dokter dan tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 sangat rentan tertular, sehingga mereka harus diperhatikan dan dilindungi secara optimal dengan APD memadai.

Dia menyebutkan beberapa rumah sakit dan puskesmas di Kota Ambon ditutup sementara karena tenaga medisnya terpapar virus Corona, sehingga berdampak terhadap pelayanan kesehatan, terutama kepada para pasien terinfeksi.

RSUD dr M. Haulussy di Kudamati, Kota Ambon pernah ditutup sementara selama 14 hari pada 12 Mei 2020 karena lebih dari 25 tenaga medis terinfeksi.

Saat ini juga RSUD dr Ishak Umarella di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, juga terpaksa ditutup sementara karena 14 orang tenaga medis, termasuk direkturnya dr. Dwi Murti Nuryanti juga terpapar virus Corona.

"Jadi sekali lagi terima kasih kepada semua pihak yang telah mengulurkan tangan membantu APD bagi tenaga medis di rumah sakit di Maluku," katanya.

Penulis: Jimmy Ayal/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!