Sekilas Info

OPINI

Potensi Wisata Musik di Kota Ambon

Freepik.com Ilustrasi musik

Penetapan Ambon sebagai kota kreatif musik dunia oleh UNESCO tahun 2019 memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Ambon. Disisi lain, muncul dari ekspektasi masyarakat pada umumnya terhadap wujud nyata kota musik, yang sering diidentikan dengan hingar-bingar musik di seantero kota.

Dalam berbagai kesempatan, Ronny Lopies, Direktur Ambon Music Office mengemukakan bahwa Ambon Kota Musik versi UNESCO bukanlah kota seni pertunjukan. Kultur bermusik dan ekosistemnya yang terbentuk di Kota Ambon dan tetap hidup ditengah keterbatasan infrastruktur pendukung merupakan hal yang dipertimbangkan oleh UNESCO dalam penetapan Ambon sebagai kota kreatif musik dunia.

Wisata musik sering diidentikan dengan suatu perjalanan wisata yang dimotivasi oleh keinginan untuk mendengarkan musik secara langsung. Padahal jika dilihat dari daya tarik yang dimiliki, wisata musik bukan semata terkait dengan “menikmati/menonton musik” (melalui festival) tetapi juga terkait dengan peningkatan pengetahuan soal musik, menampilkan musik dan bahkan pelestarian musik.

Wisata musik dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang menjadikan musik sebagai daya tarik utama dalam bentuk menikmati musik, mempelajari musik, menampilkan musik, dan melestarikan musik.

Bagaimana Kota Ambon sebagai kota kreatif musik dunia dapat menjadikan musik bukan hanya sebagai daya tarik pertunjukan tetapi sebagai sebagai daya tarik untuk dipelajari, ditampilkan, dan dilestarikan?

Kertajaya dan Nirwandar (2013) dalam konsep Tourism Marketing 3.0  mengemukakan konsep bahwa aktivitas pariwisata dapat dikelompokan ke dalam tidak tingkatan yakni enjoy, experience, dan engage.

Tahap pertama (enjoy) adalah hasil cipta manusia yang bersifat dapat dinikmati manusia diantaranya adalah souvenir, pertunjukan musik dan atau tarian, kerajinan tangan, makanan, dan lainnya. Effort yang dibutuhkan untuk menikmati tourism ini tidak terlalu banyak.

Tahap kedua (experience), diberi nama event tourism yang mana merupakan pengembangan dari pleasure tourism. Produk-produk pariwisata dibungkus dalam satu acara yang mengkombinasikan berbagai macam produk dari produsen yang berbeda. Biasanya ditampilkan dalam bentuk festival, special event, pameran, dan lainnya. Penciptaan event tourism ini membantu para turis untuk lebih mudah memperoleh pengalaman saat berkunjung ke suatu daerah secara lengkap.

Tahap terakhir (engage) adalah enrichment tourism dimana merupakan salah satu bentuk aktualisasi diri dengan cara meletarikan musik, baik dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran personal maupun dengan pemberian pengetahuan dan perbaikan ekonomi kepada masyarakat atau komunitas setempat untuk lebih maju.

Daya Tarik Wisata Musik Kota Ambon

Perda Kota Ambon Nomor 2 Tahun 2019 Pasal 8 tertulis pengembangan Ambon Kota Musik yang didasarkan pada musik berbasis seni budaya lokal. Terkait dengan itu, Kota Ambon memiliki beragam alat musik tradisional yang dapat menjadi daya tarik wisata untuk mendukung Ambon Kota Musik, diantaranya tahuri, suling bambu, ukulele, totobuang, rumba, tifa, dan yang terbaru adalah biola bambo.

Dari sisi aktivitas wisata, pengelola usaha sedapatnya menyiapkan produk yang dapat dibeli atau dinikmati oleh wisatawan. Beberapa daya tarik wisata musik yang dapat disediakan oleh pelaku usaha maupun pemerintah yakni,

Atraksi dan Aktivitas Wisata Berbasis Musik

Pleasure Tourism (1.0)

Atraksi dan Aktivitas: Album Musik, Alat Musik Tradisional, Partitur Musik, Souvenir, Pusat Informasi Musik, Tim Musik Tradisional

Event Tourism (2.0)

Atraksi dan Aktivitas: Festival Musik Alam, Bengkel Alat Musik, Suara Alam, Workshop Musik Tradisional

Enrichment Tourism (3.0)

Atraksi dan Aktivitas: Proyek Kreasi Musik

  1. Album Musik

Pelaku usaha wisata dapat menyiapkan produk album musik yang menampilkan permainan musik tradisional yang dimainkan oleh masyarakat setempat maupun kolaborasi dengan pihak lain.

  1. Alat Musik Tradisional

Pelaku usaha wisata dapat menyiapkan produk alat musik tradisional yang dihasilkan oleh masyarakat setempat dan dapat digunakan dalam aktivitas bermusik.

  1. Partitur Musik

Pelaku usaha wisata dapat menjual partitur musik yang dihasilkan oleh masyarakat setempat maupun hasil karya musisi-musisi di Kota Ambon.

  1. Souvenir

Pelaku usaha wisata dapat menyiapkan souvenir terkait musik yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, misalnya miniatur alat musik.

  1. Pusat Informasi Musik

Pelaku usaha wisata dapat informasi yang memadai terkait cara penggunaan alat musik, cara pembuatan, dan sejarah alat musik tersebut.

  1. Tim Musik Tradisional

Pelaku usaha wisata dapat menyiapkan tim musik yang berasal dari masyarakat setempat yang siap tampil pada acara-acara tertentu yang dilakukan oleh pengelola.

  1. Festival Musik Alam

Pengelola usaha wisata dapat melaksanakan event tahunan dengan konsep festival musik di alam bebas.

  1. Bengkel Alat Musik

Pengelola usaha wisata dapat menyiapkan aktivitas pembuatan alat musik tradisional mulai dari proses pencarian dan seleksi bahan baku, proses pembuatan sampai pada tahap akhir.

  1. Suara Alam

Pengelola usaha wisata dapat menyiapkan aktivitas bermusik yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan alam sekitar. Sebagai contoh adalah musik batu kreatif, sebuah konsep yang dikemukakan oleh Pdt. Christian Izaac Tamaela, Ph.D (Alm.).

  1. Workshop Musik Tradisional

Pengelola usaha wisata dapat mengadakan workshop musik tradisional yang dapat melibatkan berbagai genre musik.

  1. Proyek Kreasi Musik

Pengelola usaha wisata dapat mengadakan program kreasi musik yang merupakan program pelatihan dengan output yakni karya musik yang siap disebarkan maupun ditampilkan.

Dari sudut pandang pariwisata, masih ada sisi aksesibilitas dan amenitas yang perlu dikaji untuk mendukung pengembangan wisata musik di Kota Ambon. Semoga apa yang ditulis dapat berkontribusi bagi pengembangan Ambon City of Music.

Penulis: August Johannes Ricolat Ufie, adalah dosen pada Jurusan Administrasi Niaga - Politeknik Negeri Ambon

Baca Juga

error: Content is protected !!