Sekilas Info

KASUS PORNOGRAFI

Sebar Konten Porno di Akun FB dan Instagram, DPO Pornografi Dibekuk di Liang Ambon

satumalukuID/Humas Polda Maluku Stiven (tengah), tersangka yang memposting konten pornografi melalui akun pribadinya di media sosial facebook dan instagram.

satumalukuID- Pelarian Stiven, akhirnya berakhir. Tersangka kasus pornografi yang sempat menghilang hingga dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini dibekuk di kediamannya, Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Stiven diringkus tim yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, AKBP Max Tahya, Jumat (12/6/2020) sekira pukul 19.00 WIT lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, tersangka yang telah menjadi incaran pihaknya sejak Desember 2019 lalu ini disergap tanpa perlawanan, menjelang malam.

Setelah berhasil dicokok, Stiven yang menyebarkan konten porno melalui akun media sosialnya yaitu Facebook (FB) dan Instagram ini, kemudian digelandang menuju markas Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

"Kita amankan di rumahnya, Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Dia ditangkap pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 pukul 19.00 WIT," ungkap Eko, Minggu (14/6/2020).

Sebelum dijerumuskan ke dalam rumah tahanan Polda Maluku di Kota Ambon, tersangka yang melarikan diri selama kurang lebih 6 bulan ini terlebih dahulu diperiksa dengan protokol Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Tersangka sudah berada ditahanan Polda Maluku saat ini, setelah melalui pemeriksaan Protokol Covid-19 dan dinyatakan negatif,” kata perwira menengah tiga melati di pundaknya ini.

Eko mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan menyerahkan yang bersangkutan bersama barang bukti dalam proses tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Selanjutnya kami akan tahap duakan (penyerahan tersangka bersama barang bukti kepada JPU) ke Kejati Maluku," terangnya.

Untuk diketahui, Stiven diduga melakukan tindak pidana pornografi pada Desember 2019 lalu. Dia diketahui telah memposting konten porno melalui akun pribadinya pada media sosial.

Atas perbuatannya itu, Stiven diduga melanggar Pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) huruf d, UU RI Nomor: 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, dan atau Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor: 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor: 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Jadi tersangka ini, sebelumnya telah masuk dalam daftar DPO sejak tanggal 22 Desember 2019 setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi," tutupnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!