Sekilas Info

TINDAK PIDANA PERBANKAN

Kepala BRI Ambon Bakal Diperiksa, Ungkap Tabungan Deposito Nasabah yang Hilang

satumalukuID- Motif hilangnya uang tabungan deposito milik nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon, hingga kini belum diketahui. Penyidik kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Termasuk Kepala BRI Cabang Ambon, Abdul Muin, yang diagendakan diperiksa Senin besok (15/6/2020).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengaku, pihaknya telah mengagendakan pemanggilan terhadap pimpinan bank pelat merah itu untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

“Kemaren rencana (pemeriksaan) Jumat (12/6/2020), tapi kayaknya ngak (tidak) jadi,” kata Santoso membalas pesan whatsapp satumalukuID, Minggu malam (14/6/2020).

Alasan tertundanya pemeriksaan Abdul Muin, pimpinan dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Ambon ini, belum diketahui. Tapi Santoso mengaku pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan ulang. “Mungkin hari Senin (besok, 15/6/2020),” ungkapnya singkat.

Untuk diketahui, kasus dugaan pembobolan dana nasabah BRI Ambon itu dilaporkan oleh korban Agustinus Termatury dan istrinya Fransina Nirahua ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, Jumat (29/5/2020) lalu.

Sejak kasus itu bergulir hingga saat ini, BRI Cabang Ambon sendiri belum mau memberikan penjelasan terkait permasalahan tersebut. Mereka akan memberikan keterangan setelah menerima rilis secara resmi dari Kantor BRI Wilayah Makassar, Sulawessi Selatan.

Kasus tindak pidana perbankan itu dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Maluku, lantaran BRI Ambon diduga tidak memiliki etikad baik untuk mengembalikan uang nasabah yang hilang kurang lebih sebesar ratusan juta rupiah.

Berdasarkan pengakuan dua nasabah yang merupakan pasangan suami istri itu, mereka awalnya mendeposito uangnya menggunakan sistem retensi sebesar Rp. 56 juta. Jatuh tempo deposito saat itu tanggal 4 Januari 2019.

Di waktu jatuh tempo, Agustinus Termatury, kembali menyimpan Rp. 54 juta lebih. Jatuh temponya pada 2 November 2019. Tak lama berselang, Fransina Nirahua, istrinya kembali menambahkan simpanan Rp. 100 juta.

Pada 6 Oktober 2019, karena ada keperluan keluarga secara mendesak, Agustinus Termatury menarik dana deposito sebesar Rp.50 juta. Permintaan penarikan uang deposito itu telah disetujui pihak BRI Ambon. Anehnya saat akan ditarik, seluruh uang dalam tabungan deposito yang mereka simpan sejak tahun 2019 sudah tidak ada lagi alias saldo tersisa Nol Rupiah.

“Saat kami hendak mengambil lagi dana kami yang telah dideposito dan jatuh tempo itu, ternyata dananya sudah tidak ada. Rekening koran tabungan kami yang dikeluarkan pihak BRI juga saldonya kosong," kata Fransina Nirahua, kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Kaget dengan peristiwa yang dialami, kedua korban yang merupakan pasangan suami istri ini menemui pimpinan BRI Cabang Ambon, Abdul Muin. Sayangnya, pimpinan bank milik negara itu mengaku bahwa Kalvin Tomaluweng, pegawai BRI Ambon sudah memalsukan tandatangannya.

"Kalau Kalvin benar memalsukan tandatangannya (Abdul Muin), kenapa selaku pimpinan cabang tidak melaporkan Kalvin. Berarti ada yang tidak beres," sesalnya.

Berbagai upaya telah dilakukan agar dana yang mereka tabung selama ini bisa dikembalikan. Sayangnya, hal itu tidak berhasil hingga akhirnya kasus tersebut akan dilaporkan ke polisi.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!