Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Ambon Resmi Diterapkan, Hari Pertama Ada Kelonggaran

Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Ambon Resmi Diterapkan, Hari Pertama Ada Kelonggaran

satumalukuID- Perbatasan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah yang berada di Pulau Ambon, mulai dijaga ketat oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Ambon, sejak Senin (8/6/2020) hari ini hingga 14 hari ke depan.

Hari pertama, tampak masih ada kelonggaran yang diberikan petugas dalam penerapan Peraturan Wali Kota Ambon Nomor 16 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Orang, Aktivitas Usaha dan Moda Transportasi Dalam Penanganan Covid-19 tersebut.

David Passal, Koordinator Lapangan Pos Perbatasan Kota Ambon di Negeri Passo, Kecamatan Baguala, mengungkapkan, kelonggaran yang diberikan pada hari pertama penerapan PKM sengaja diberikan bagi masyarakat yang melanggar peraturan.

Untuk diketahui, bagi pelaku perjalanan yang akan masuk Kota Ambon, diwajibkan untuk mempersiapkan sejumlah perlengkapan. Diantaranya bagi ASN/TNI/Polri/Pegawai Sipil/Swasta yang bekerja di Kota Ambon, harus menyiapkan tanda pengenal (idcard), Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan dari daerah asal, dan surat keterangan sehat dari Puskesmas tempat tinggalnya.

Setelah memilik berbagai syarat yang diminta, pelaku perjalanan kemudian akan di tes suhu tubuh menggunakan alat thermo gun. Yang paling penting dan utama untuk semua pelaku perjalanan adalah penggunaan masker.

“Karena ada masyarakat yang belum tahu dan mengerti betul. maka kami masih memberikan kelonggaran. Artinya penerapan PKM belum sesuai prosedur, hari ini kita masih sosialisasi lagi, tapi besok sudah tidak lagi,” kata David Passal kepada satumalukuID di Pos Perbatasan Passo.

Pemeriksaan ketat, lanjut dia, mulai dilakukan sejak pukul 06.00 WIT hingga pukul 21.00 WIT. Bagi pelaku perjalanan yang tidak memiliki salah satu persyaratan maka disuruh kembali. Pihaknya juga akan terus mengkaji pada penerapan sanksi yang akan diberikan kepada yang melanggar.

“Yang sangat ditekankan adalah penggunaan masker. Kita juga memeriksa kekuatan dalam mobil. Kalau lebih dari ½ daya angkut, maka kita akan turunkan. Kalau berikut-berikut masih ada (melanggar), maka sanksi mengikuti,” tegasnya.

Selain itu, David mengaku juga masih terdapat pelanggaran terhadap sistem ganjil genap. “Hari ini memang masih ada kelonggaran, tapi besok sudah tidak ada lagi,” pungkasnya.

Pantauan satumalukuID di pos perbatasan Kota Ambon tepatnya di depan gereja Nafiri Sion, Negeri Passo, tampak terlihat tim gugus tugas Covid-19 Kota Ambon, diantaranya anggota TNI, Polri, Satpol Pp, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan melakukan penjagaan dan pemeriksaan.

Setiap kendaraan yang melintas diminta untuk menunjukan identitas diri. Setiap orang juga dicek suhu tubuh dan pemakaian masker. “Beta pikir yang dilakukan hari ini baik. Karena untuk keselamatan katong sendiri,” kata Agus, pengendara sepeda motor kepada satumalukuID.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!