Sekilas Info

Ribuan Jamaah Calon Haji Asal Maluku Dipastikan Batal ke Tanah Suci Tahun Ini

satumalukuID/Tiara Salampessy Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Djalaludin Bugis.

satumalukuID- Ribuan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku dipastikan batal menunaikan ibadah haji di tahun 2020. Ini lantaran Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Keputusan melalui Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan pemberangkatan ibadah haji.

Pelarangan itu sendiri berdasarkan keputusan Pemerintah Arab Saudi, dikarenakan mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tak kunjung reda. Ibadah rukun Islam ke lima tersebut, rencananya baru akan dilaksanakan tahun depan atau 2021 mendatang.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Djalaludin Bugis, mengatakan, pihaknya saat ini sedang gencar mensosialisasikan pembatalan pemberangkan JCH tahun 2020 atau 1441 Hijriah.

"Kita saat ini mensosialisasikan keputusan ini kepada Kemenag kabupaten/kota melalui video teleconference tentang pembatalan ini, dan saya sudah melaporkan hal ini kepada Gubernur Maluku secara resmi," kata Djalaludin kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, sosialisasi sangat perlu dilakukan untuk menghindari justifikasi atau tuduhan pembatalaan tersebut akibat kelalaian Pemerintah Indonesia. Sebab, pembatalan tersebut merupakan kebijakan dari tuan rumah atau Pemerintah Arab Saudi.

"Salah satu konsekuensi yang kita khawatirkan jangan sampai ada kelompok-kelompok yang menyatakan kalau ini keputusan Pemerintah Indonesia. Saya meluruskan, ini merupakan semata-mata keputusan Pemerintah Arab Saudi karena yang punya wilayah mereka,” terangnya.

Djalaludin berharap, ribuan JCH asal Maluku dapat menerima keputusan yang ada, dan Insha Allah Pemerintah Daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku dapat melakukan langkah persuasif dari semua komponen masyarakat agar menerima keputusan ini.

“Karena keputusan ini tidak terlepas dari takdir Allah SWT, karena haji ini panggilan Allah SWT. Oleh sebab itu tidak boleh ada justifikasi kalau ini kelalaian dari Pemerintah Republik Indonesia. Karena isu-isu ini sudah ada berkembang. Saya tegaskan ini keputusan Pemerintah Arab Saudi dan takdir dari Allah SWT," sebutnya.

Kuota JCH Maluku, tambah Djalaludin, berjumlah 1.098 orang. Mereka telah melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) tahap pertama dan kedua sebanyak 984 orang. “Sisanya ditunda untuk tahun depan akan diberikan kuota tambahan di kloter pertama tahun depan," jelasnya.

Dengan adanya pembatalan tersebut, Djalaludin mengaku pihaknya masih menyiapkan petunjuk teknis jika ada JCH yang ingin menarik BIPIH.

"Bagi yang ingin menarik BIPIH, masih disiapkan juknis penarikan. Jika mereka membiarkan di rekening maka Insha Allah tabungan itu akan kembali manfaatnya kepada calon jamaah haji itu sendiri," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!