Sekilas Info

Korban Pandemi Covid-19 di Tidore Maluku Utara Cukup Mengagetkan

Foto: ANTARA/Abdul Fatah Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim saat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit di Kota Ternate.

satumalukuID – Dampak pandemi Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara cukup mencengangkan. Pasalnya, yang menjadi Pasien Positif Covid-19 adalah sejumlah elit di kota kepulauan itu.

Kematian Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Ny Sulama Ali Ibrahim yang meninggal dunia akibat Covid-19 pada Minggu (31/5/2020), saat menjalani di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoerie Ternate semakin menegaskan situasi tersebut.

Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Capt Ali Ibrahim dirawat di Rumah Sakit Daerah Tidore Kepulauan sejak Senin (25/5/2020) karena batuk dan demam dan pada Kamis (28/5) dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoerie Ternate.

Pada Jumat (29/5/2020), hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa Ny Sulama positif Covid-19. Dia sebagai pasien COVID-19 yang ke-139 di Maluku Utara.

Selain istri Wali Kota yang meninggal dunia, Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Capt Ali Ibrahim juga telah dirujuk ke RSU Chasan Boesoerie Ternate dengan menggunakan protokol penanganan COVID-19, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya, Sekretaris Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Asrul Sani Soleman (57 tahun) meninggal pada Sabtu (23/5/2020) dini hari di RSU Chasan Boesoerie Ternate berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Sekkot Tikep didiagnosa mengalami pneumonia paru-paru, merupakan pasien RSD Kota Tikep yang dirujuk ke RSU Chasan Boesoerie Ternate.

Sementara itu, istri dan anak Sekretaris Kota (Sekkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Asrul Sani Soleman (58 tahun) yang meninggal pada 23 Mei lalu, terkonfirmasi positif Covid-19.

"Memang dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 yakni NT (55 tahun) asal Gamtufkange Tikep dan RDW (31 tahun) Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan orang Tanpa Gejala (OTG) memiliki riwayat kontak erat dengan pasien ke-100 yang juga Sekkot Tikep," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr Alwia Assagaf,M.Kes di Ternate, Minggu (31/5/2020).

Pada Minggu (31/5/2020), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan, sebanyak empat orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia pada 31 Mei 2020  sehingga jumlahnya menjadi 11 orang.

"Empat orang tercatat meninggal yakni pasien 118 berinisial AD asal Kota Tidore, pasien 147 WA, pasien 149 IA dan pasien 152 NS," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr Alwia Assagaf di Ternate, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga

error: Content is protected !!