Sekilas Info

Polisi Serahkan Wakil Ketua, Sekretaris dan Juru Bicara FKM/RMS Kepada Jaksa

Foto: satumalukuID/Humas Polda Maluku Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

satumalukuID- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, akhirnya melimpahkan tiga orang tersangka kasus makar bersama barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jumat (29/5/2020).

Tiga tersangka yang merupakan aktivis organisasi separatis Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM/RMS) itu adalah Abner Litamahuputty (44), wakil ketua, oknum PNS Janes Pattiasina (52), sekretaris dan Simon Viktor Taihuttu (56), juru bicara perwakilan tanah air FKM/RMS.

Mereka diserahkan atau melalui proses tahap II setelah JPU menetapkan berkas perkara tiga pimpinan RMS yang disusun penyidik kepolisian sudah lengkap. Ketiganya ditangkap saat membentang bendera RMS di dalam Markas Polda Maluku, Kota Ambon, 25 April 2020 lalu.

“Hari ini penyidik Ditreskrimum Polda Maluku telah melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti pelaku tindak pidana makar atas nama Johanes, Simon dan Abner,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohirat kepada wartawan.

Tahap II, lanjut Ohoirat, tidak dilakukan secara langsung tapi melalui video conference dengan Kejati Maluku. Setelah itu, tiga tersangka ini kembali ditahan di rumah tahanan Polda Maluku. Status mereka sebagai tahanan titipan jaksa.

"Ke tiga tersangka saat ini dititipkan kembali di rutan Polda Maluku dengan status tahanan titipan Kejaksaan untuk selanjutnya akan disidangkan," tutup dia.

Sebelumnya, tiga tersangka itu diketahui berjalan dari luar hingga memasuki Markas Polda Maluku. Mereka berjalan sambil membentangkan selembar bendera RMS dengan warna merah, putih, biru dan hijau, Sabtu (25/4/2020).

Saat itu, mereka rencananya datang untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi kasus pembuatan video ajakan pengibaran bendera RMS yang diposting viral melalui youtube. Video ajakan tersebut diupload pada 18 April 2020.

Kedatangan mereka saat itu tepat HUT RMS sambil membentangkan bendera. Mereka sekaligus menyerahkan diri dan menyatakan bertanggung jawab terhadap pengibaran bendera RMS yang dilakukan oleh simpatisan RMS saat HUT RMS 25 April 2020 lalu.

"Mereka dikenakan Pasal 106 KUHP dan 110 KUHP tentang Makar dan Pasal 160 KUHP tentang Menghasut," kata Ohoirat kala itu.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!