Sekilas Info

Jaringan Internet di Maluku Masih Kurang Mendukung Hadapi Era Kenormalan Baru

satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi akses internet

satumalukuID- Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Maluku kembali menggelar Dialog Sinergitas Kehumasan. Kali ini mengajak media di Maluku untuk berdiskusi secara online, Jumat (29/5/2020). Konteksnya penyampaian informasi, hadapi era Kenormalan Baru (New Normal) atau tatanan kehidupan baru di massa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku, Erwin Situmorang, dalam dialog yang dilakukan melalui video conference zoom, mengaku sangat menyayangkan buruknya jaringan internet di wilayah ini. Padahal, di era Kenormalan Baru saat ini internet harusnya menjadi ujung tombak penyebaran informasi.

"Nah diskusi online kita sekarang ini sempat terganggu karena jaringan internet. Ini sudah Kenormalan Baru, kita mengandalkan internet. Tapi jaringan masih kurang mendukung. Harusnya provider Telkomsel bisa melihat kondisi ini dan memperbaikinya," pinta Situmorang.

Diskusi yang diikuti perwakilan media elektronik, cetak dan online ini, banyak membahas cara kerja media selama masa pandemi Covid-19. Diantaranya RRI dan TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), fokus menyampaikan informasi terkait penanganan covid-19.

Kepala Bidang Pemberitaan LPP RRI Ambon, Philip Sekawael, menuturkan tagline RRI sebagai Radio Tanggap Bencana Covid-19 tetap melayani publik dengan berbagai informasi. Ini dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid, sekaligus mensosialisasikan tatanan kehidupan baru.

Operasional di redaksi, kata dia, tetap berjalan seperti biasa dengan mengikuti protokol kesehatan. Hanya saja, dialog interaktif dengan mengundang narasumber di studio, ditiadakan selama masa pandemi dan hanya dialog melalui sambungan telepon.

"Intinya kita tetap memberikan ruang kepada publik untuk tetap menggunakan media kita untuk mengedukasi publik tentang berbagai cara memutus mata rantai penularan covid-19 dengan tidak kesampingkan aspirasi masyarakat," sebutnya.

Hal serupa juga disampaikan sejumlah pimpinan media cetak, dan online. Intinya, selama massa pandemi Covid, penyampaian informasi tidak boleh berhenti meski dengan berbagai keterbatasan yang ada.

“Sebagai penyedia berita tercepat. Media online maupun elektronik harus memainkan perannya memberikan pemahaman kepada masyarakat atas setiap kebijakan pemerintah di masa pandemi covid-19. Agar informasi yang sudah dulu beredar tidak bias di masyarakat,” kata Ketua Asosiasi Media Siber (AMSI) Maluku dan Maluku Utara Hamdi Jempot.

Baca Juga

error: Content is protected !!