Sekilas Info

Kunjungan Gubernur Murad di RSUD Haulussy Ambon Jadi Penyemangat Paramedis Layani Pasien Terpapar Covid 19

Istimewa Gubernur Maluku Murad Ismail dan istri berfoto bersama paramedis RSUD dr Haulussy, Kudamati, Ambon, Minggu (24/5/2020).

SUASANA tak terduga terjadi di kompleks RSUD Dr Haulussy yang terletak di kawasan Kudamati Ambon, Minggu (24/5/2020) pagi.

Pasalnya, rumah sakit terbesar milik pemerintah daerah yang sedang dikarantina selama 14 hari akibat 13 paramedis nya terpapar Covid 19 itu, mendapat kunjungan tamu istimewa tepat di hari raya Idul Fitri 1441 H.

Tamu istimewa itu adalah Gubernur Maluku, Murad Ismail. Ia dan rombongan mendatangi RSUD Haulussy usai melaksanakan sholat ied sekitar pukul 09.30 WIT.

Murad didampingi istrinya Ny Widya Ismail, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Kadis Kesehatan Maluku dr Meykal Pontoh, Kepala Biro Protokol dan Humas Pemprov Melky Lohi dan lainnya. Rombongan diterima Plt Direktur RSUD Haulussy, dr Rita Tahitu M.Kes.

Selain RSUD. Gubernur juga mengunjungi rumah sakit rujukan pasien Covid 19  lainnya di Ambon yakni RST Dr Latuneten dan RS TNI AL di kawasan Halong.

Plt Direktur RSUD Haulussy, dr Rita Tahitu M.Kes kepada media ini Minggu (24/5/2020), mengatakan, apresiasi dan terima kasih atas inisiatif kunjungan Gubernur Maluku itu melihat langsung cara kerja dan pelayanan paramedis dalam menangani pasien terpapar Covid 19.

"Saya terharu dan beri apresiasi yang tinggi. Kunjungan itu sebagai penyemangat dan motivasi bagi paramedis untuk tidak lelah melayani pasien dan melawan Covid 19. Itu jadi spirit baru bagi kami," ungkap dokter Rita.

Ia menambahkan, Gubernur Murad Ismail tidak hanya sekedar berkunjung biasa,  namun spontan melihat paramedis yang bertugas di ruang isolasi COVID 19. "Beliau kasih penguatan dan apresiasi langsung ke mereka dalam ruang isolasi itu," ujarnya.

Untuk itu, lanjut dokter Rita, gubernur dengan sukarela harus memakai pakaian alat pelindung diri (APD) yang biasanya dipakai paramedis untuk masuk ke ruang isolasi sesuai protap. "Waktu keluar ruang isolasi dengan pakaian APD. Beliau sampai basah, mandi keringat," tuturnya.

Sementara itu, kepada wartawan Murad Ismail mengatakan, ia dapat merasakan beratnya tugas paramedis dalam melayani pasien covid, apalagi saat mereka menggunakan pakaian APD.

"Baru beberapa menit saja saya sudah basah karena gunakan pakaian begini. Bagaimana dengan paramedis yang berjam jam melayani pasien," ungkap Murad.

Lantaran itu, Murad meminta semua pihak agar turut bersama berdoa dan mendukung tugas paramedis yang begitu berat. Karenanya masyarakat juga diharapkan tetap ikuti anjuran pemerintah seperti jaga jarak, pakai masker, hidup sehat, berolahraga dan tetap di rumah serta makan makanan bergizi.

Tak lupa pula. Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini, mengajak para insan pers baik cetak dan elektronik untuk mengedepankan pemberitaan yang sejuk bagi tugas-tugas paramedis di Ambon dan Maluku umumnya dan juga mengingatkan masyarakat supaya penyebaran Covid 19 ini dapat dihentikan dan kembali hiduo normal.

Sementara itu, menurut dokter Rita, sampai kini pihaknya masih merawat 33 pasien terpapar Covid 19. Sedangkan kapasitas RSUD untuk tangani pasien Covid tersedia untuk 42 pasien.

Soal apakah sudah bisa terima pssien umum yang baru. Ia menyatakan, masa karantina RSUD akan berakhir pada tanggal 27 Mei 2020. "Tanggal 27 Mei baru karantina berakhir dan RSUD kembali dibuka untuk pelayanan umum," jelasnya. (NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!