Sekilas Info

Widya Pratiwi Ismail Yakin Anak-anak Muda Maluku Punya Potensi Kreatif di Situasi Covid-19

Ambon - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Ismail mengakui, saat ini semua orang terdampak wabah pandemik Covid-19. Namun dia yakin anak-anak muda di Maluku punya potensi kreatif, dan bisa menghasilkan karya meski harus “tado di rumah”.

Pernyataan tersebut diampaikan perempuan yang akrab disapa Bunda Widya ini, saat berbicara pada diskusi virtual Tamang Tabaos, Creative While Crisis Series, bertajuk “Life During Pandemic”, Jumat (22/5/2020).

Melalui keterangan pers yang diterima media ini, Sabtu (23/5/2020), disebutkan bahwa kegiatan yang digelar IndoEast Network dengan menggandeng PKK Provinsi Maluku, Yayasan Pelangi, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku dan Maluku Utara, tabaos.id dan satumaluku.id .

Selain Bunda Widya, diskusi virtual yang diikuti puluhan peserta ini, menghadirkan pula Pemerhati Kawasan Timur Indonesia yang juga adalah Duta Besar RI untuk Republik Serbia Samuel Samson, Direktur Yayasan Pelangi Maluku Rosa Penturi, Founder & CEO Indoeast Network Ikhsan Tualeka, dipandu jurnalis senior yang juga Sekretaris AMSI Maluku - Malut Embong Salampessy.

“Kondisi sekarang ini memang kita semua berdampak. Saya juga demikian. Seharusnya saya sudah ada jadwal untuk ke beberapa kabupaten untuk tugas sebagai Duta Perangi Stunting (Parenting) Maluku pun, tertunda karena kondisinya seperti ini,” tutur Widya.

Namun itu tidak membuat dirinya patah semangat. Bahkan dia tetap semangat dan membuat challenge untuk generasi muda di Maluku, di masa pandemik Covid-19 sekarang ini.

“Saya yakin anak-anak muda Maluku punya potensi dan kreatif. Karena itu saya ajak untuk ikut membangun negeri melalui kompetensi karya tulis ilmiah. Khusus untuk lulusan SMA dan SMK yang sekolah di Maluku,” paparnya.

Dia juga meyakini potensi anak-anak muda Maluku itu tidak hanya di daerah perkotaan, namun juga di berbagai pelosok bumi Maluku, yang tersebar di seribu pulau ini.

“Potensi-potensi yidak hanya di kota, tapi saya yakin ada juga pada desa-desa di kabupaten-kabupaten. Jadi silahkan kalian membuat karya tulis untuk membangun negeri ini. Saya akan memberikan hadiah paling tidak untuk memberikan motivasi kepada peserta,” ujarnya.

Upaya yang kita dilakukan ini, disebut Widya, agar anak-anak muda Maluku dapat mengisi waktu dengan benar-benar produktif. “Mengenai kompetisi menulis ini, misalnya ada beberapa hal yang dapat kita capai. Diantaranya menyalurkan hobi dan meningkatan kapasitas. Dan termasuk juga menjadi partisipasi publik, sumbangan untuk membangun negeri ini,” terangnya.
Menurut Widya, lomba yang dibuat oleh dirinya dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANAS) Maluku ini, penting juga untuk merangsang partisipasi publik atau masyarakat.

Jadi anak-anak muda, kata Widya, sudah diajak terlibat dan memikirkan problem daerah ini, serta apa yang bisa mereka kontribusikan. Itu lanjutnya, jauh lebih penting ketimbang misalnya mereka ekspresikan dengan cara yang kurang kondusif.

“Seperti marah-marah di media sosial dan sebagainya. Daripada seperti itu mending mereka ikut berpartisipasi dan dituangkan dalam tulisan, dan bisa dibikin dalam bentuk buku, serta bisa dibaca oleh banyak orang. Di sisi lain ini menjadi kontribusi mereka dalam memajukan daerah. Jadi sangat penting,” tutup Widya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!