Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Banyak Tenaga Medis Terpapar Covid-19 di Ambon, Pelayanan Kesehatan Mulai Terganggu

satumalukuID/Ian Toisutta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikal Pontoh.

satumalukuID- Puluhan tenaga medis di Kota Ambon terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kondisi ini menyebabkan tenaga kesehatan semakin berkurang. Akibatnya, pelayanan kesehatan masyarakat mulai dirasakan menjadi terganggu.

Kedala tersebut disampaikan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dalam rilisnya yang diterima satumalukuID, Kamis malam (21/5/2020).

“Sejumlah tenaga kesehatan telah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, sehingga pelayanan kesehatan menjadi terganggu sebagai akibat dari berkurangnya tenaga Kesehatan yang bertugas,” kata Melky Lohy, Karo Humas dan Protokoler Setda Provinsi Maluku dalam rilisnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim gugus tugas Covid-19 Maluku saat ini mulai menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah. Penyiapan dilakukan agar dapat membantu operasional Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena.

Selain itu, tim gugus tugas Covid-19 yang langsung dikomandoi oleh Gubernur Maluku Murad Ismail tersebut juga sedang menyiapkan strategi untuk mulai beroperasinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy Ambon. Rencananya RSUD Ambon akan mulai beroperasi usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Penyiapan strategi mulai beroperasinya RSUD dr. M. Haulussy setelah Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya.

Untuk diketahui, sedikitnya terdapat 25 orang tenaga medis terjangkit Covid-19 di Kota Ambon. Mereka adalah tenaga kesehatan dari RSUD dr. M. Haulussy Ambon dan Puskesmas Rijali.

Jumlah tersebut diharapkan tidak lagi bertambah, menyusul beberapa rekan lainnya saat ini masih menunggu hasil swab di Laboratorium Kesehatan milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Klas II Ambon. Sebelumnya, hasil rapid test mereka reaktif.

"Sekarang ada 25 tenaga kesehatan yang positif (Covid)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikal Pontoh, juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Maluku kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Rabu (20/5/2020).

Puluhan tenaga medis yang terpapar Covid-19 tersebut saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Haulussy, Kudamati Ambon. Sementara sejumlah rekan mereka yang masih menunggu hasil swab, juga sudah di karantina di ruang berbeda di Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Maluku tersebut.

"Tidak digabung dalam satu ruangan (yang positif covid dan yang masih menunggu swab). Ada beberapa ruangan, jadi yang positif swab di ruangan lain, yang masih menunggu hasil swab di ruangan lain," kata Pontoh menjawab pertanyaan awak media yang mendapat informasi bahwa penanganan mereka digabungkan dalam satu ruangan. “Nanti kita cek lagi (apa benar informasi itu)," tutupnya.

Senada, ketua pelaksana harian gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, membenarkan jika saat ini terdapat 25 tenaga kesehatan yang bertugas di Kota Ambon yang telah terpapar wabah penyakit menular tersebut.

"Jadi itu termasuk semuanya (Jumlah 25 tenaga kesehatan dari RSUD Haulussy dan Puskesmas Rijali)," tandas Sekretaris Daerah Provinsi Maluku tersebut.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!