Sekilas Info

Asperindo Maluku Kaget Rencana Penyesuaian Tarif Jasa Kargo di Saat Wabah Covid 19

Bandara Internasional Pattimura Ambon (John Nikita Sahusilawane)

satumalukuID -Wabah pandemik virus corona atau Covid 19 yang berdampak pada segala aspek kehidupan, terutama merosotnya perekonomian masyarakat dan dunia usaha, ternyata tidak dipedulikan oleh pihak PT Angkasa Pura dalam hal ini Angkasa Pura Logistik Cabang Ambon.

Hal ini terbukti dengan adanya undangan Nomor: APL.0046/AP..01.03/BMI-B dengan Perihal: Undangan Sosialisasi Penerapan Jasa Terkait Pergudangan tertanggal 15 Mei 2020 yang diteken Branch Manager nya Irwan Salampessy.

Dalam undangan tersebut disampaikan bahwa menunjuk surat Business Development Manager PT Angkasa Pura Logistik Nomor 0296/PU.02/2020/SBD-B tanggal 14 Februari 2020. Perihal; Rencana Penerapan Tarif Jasa Terkait Pergudangan di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon serta Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo Biak.

Untuk itu, maka para pihak diminta hadir untuk ikut dalam Sosialisasi Penerapan Jasa  Terkait di Terminal Kargo PT Angkasa Pura Logistik  Kantor Cabang Ambon pada Rabu, 20 Mei 2020 pukul 14.00 WIT.

Terkait dengan perihal undangan tersebut membuat kaget pihak Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Cabang Maluku.

Salah satu Staf Asperindo Cabang Maluku, Mali Tahya kepada media ini Selasa (19/5/2020) mengungkapkan, kekagetan para pengusaha jasa kargo di daerah ini yang disampaikan kepada pihaknya.

"Situasi dan kondisi wabah corona atau Covid 19 ini sangat berdampak ekonomi pada masyarakat dan dunia usaha. Begitu pula pada minimnya jumlah penerbangan komersil yang sempat dilarang dan kini meski sudah mulai operasi namun belum normal akibat wabah pandemik ini. Lah kok jasa tarif mau disesuaikan?," ungkapnya

Karena itu, menurutnya, pihak asosiasi sangat mengharapkan adanya kepedulian pihak Angkasa Pura Logistik untuk melihat situasi riil pada kondisi masyarakat dan dunia usaha di daerah ini yang juga terkena dampak Covid 19.

"Kalau situasi normal mungkin kami bisa memahami. Tapi dalam kondisi keterpurukan di segala aspek saat begini yang tidak normal. Kondisi darurat dimana-mana kan perlu dipikirkan lagi. Apalagi arus penumpang dan barang juga bekum normal. Jadi kami akan sampaikan tolong perhatikan kondisi masyarakat dan dunia usaha juga. Semua lagi susah,"  tutur Mali Tahya. (NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!