Sekilas Info

KISAH INSPIRASI

Kolonel Art Stefie Jantje Nuhujanan; Tes Caba Gagal, Batal Kuliah di Unpatti, Kini Komandan Kodim Pontianak

Kolonel Art Stefie Jantje Nuhujanan

JALAN hidup manusia siapa yang tahu. Hanya sang pencipta lah yang memberi kehidupan yang punya kehendak. Melalui cara ujian, tantangan, halangan dan kesabaran serta kesetiaan yang diberikan pada ciptaanNya..

Karena itu. Suatu kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kalimat itu pas untuk perjuangan hidup hingga sukses nya putra Maluku penyandang tiga melati di pundaknya yakni Kolonel Art Stefie Jantje Nuhujanan.

Stefi begitulah panggilan akrabnya sehari-hari. Kini menjabat sebagai Komandan Kodim tipe A Pontianak Kodam XII Tanjungpura di Kalimantan Barat.

Ia adalah putra bungsu dari pasangan Mecky Agustinus Nuhujanan dan  Carolina Margaretha Nanlohy. Lahir di Ambon pada 3 Januari 1975 dan merupakan alumni SMA Negeri 3 Ambon serta SMP Negeri 7 Ambon. Serta memilik istri bernama Sherli Oktora dengan dua anak.

Ada kisah menarik dibalik kesuksesannya kini sebagai perwira menengah di TNI AD. Apa itu? Ternyata Stefi pernah punya kegagalan untuk menjadi seorang tentara melalui jalur calon bintara (Caba). Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat.

"Beta dulu awalnya tes sekolah calon bintara lulus di Ambon. Kemudian lanjut ke Bandung tes lagi, tetapi gagal saat tahun 1993 itu," ungkap Stefi kepada media ini melalui whatsapp, Jumat (15/5).

Ia kemudian kerja di bagian Pertamanan Kota Ambon selama satu tahun yakni tahun 1993-1994.

Padahal ia mengaku sebenarnya saat lulus SMA 3 Ambon tahun 1993, dirinya diterima di Universitas Pattimura melalui jalur tanpa tes atau jalur PMDK di Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan.

"Tetapi karena keterbatasan dana jadi beta tidak melapor untuk kuliah di Unpatti saat itu. Jadi, beta memutuskan tes bintara tahun 1993 tetapi tidak lulus,"" kisahnya.

Stefi menuturkan mengapa dirinya tidak kuliah dan tetap mau cari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Ternyata bukan saja soal keterbatasan dana.

"Bung tahu kan. Di sebelah rumah beta dulu semua anak muda kuliah. Jadi beta sebagai anak bungsu cari peluang jua yang  keluar langsung dapat pekerjaan toh," beber Stefi, yang saat itu tinggal di kawasan Perumnas Poka.

Selama satu tahun sejak gagal jadi bintara TNI. Ia menunggu kesempatan berikut malah yang lebih tinggi lagi. Yaitu pada tahun 1994 ikut tes calon taruna Akademi Militer (Akmil) di Ambon.

Hasilnya ia dinyatakan lulus tingkat daerah. Makanya ia diberangkatkan untuk tes tingkat pusat di Magelang dan lagi-lagi dinyatakan lulus sebagai taruna Akmil dan mulai masuk pendidikan. "Puji syukur. Tuhan beri beta kesempatan," katanya.

Usai pendidikan Akmil dengan kecabangan arteleri dan berrpangkat Letnan Dua maka perjalanan karier Stefi dimulai di dunia militer saat dinas di Batalyon Armed 3 Magelang Jawa Tengah. Kemudian waktu pangkat  Kapten sebagai Pasiops Kodim Cilacap Jawa Tengah.

Ketika berpangkat Mayor. Stefi ditugaskan di Jasdam XVII/ Cenderawasih Jayapura dan Korem 171 Sorong. Kemudian selesai Pendidikan Seskoad tahun 2011 dia menjabat sebagai Kasiter Korem 051 Jakarta Timur.

Kariernya terus menanjak. Lantaran selanjutnya dipetcayakan sebagai Komandan Batalyon Armed 7 Bekasi. Tak lama kemudian dengan pangkat Letkol dia dipromosikan menjabat Komandan Kodim Jakarta Utara pada tahun 2016.

Setelah itu. Stefi ditarik mutasi sebagai Pabandya Staf Teritorial TNI AD. Namun tak berselang lama dia kembali dipercayakan menjabat sebagai Komandan Kodim 1207/BS Pontianak dari tahun 2019 sampai sekarang. Sekaligus mendapatkan kenaikan pangkat Kolonel.

Namun kenapa Komandan Kodim berpangkat  kolonel ? "Iya. Karena ini Kodim tipe A. Di Indonesia awalnya hanya ada sembilan Kodim tipe A yakni di Makasar, Medan, Balikpapan, Pontianak, Bandung, Semarang, Jakarta Pusat, dan Aceh," jelas Stefi.

Meski putra Maluku asli. Ia mengaku belum pernah bertugas di Kodam Pattimura. Namun ia punya pengalaman tugas pengamanan konflik horisontal di Maluku yaitu di Namlea pada tahun 2001-2002.

"Susah dijelaskan mengapa beta jadi tentara dan berada sampai seperti saat ini? Semua itu karena kemurahan Tuhan. Beta mensyukurinya," tambah Stefi.

Dan tepat 15 Mei 2020 ini adalah Hari Pattimura yang merupakan pahlawan nasional asal Maluku. Maka majulah Pattinura-Pattimura muda untuk sukses di segala bidang. Tuhan memberkatimu Stefi. (NP)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!