Sekilas Info

MUTASI KAPOLSEK

Iptu Lessy Kapolsek Salahutu, Iptu Kaisupy Kapolsek Leihitu, AKP Alyona Kapolsek Bandara Pattimura

Foto: daniel Leonard/ant Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengingatkan kapolsek Leihitu serta kapolsek Salahutu yang baru dilantik untuk mempertahankan situasi kamtibmas di dua wilayah itu, Kamis (14/5/2020).

satumalukuID – Tiga kapolsek di lingkup Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease diserahterimakan, Kamis (14/5/2020).

Tiga jabatan Kapolsek yang diserahterimakan adalah Kapolsek Salahutu dari pejabat lama, Iptu Julius M. Siahaya digantikan Iptu Djafar Lessy dan Kapolsek Leihitu yang lama Iptu Djafar Lessy digantikan Iptu Julkisno Kaisupy.

Sedangkan Kapolsek Kawasan Bandara Pattimura yang sebelumnya dijabat Iptu Elizabet Latuihamallo digantikan oleh AKP Semuel Alyona.

Pelantikan dan serahterima jabatan tiga kapolsek di lingkup Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dilakukan dengan menggunakan protokol social discanting dengan mendapat pengawasan ketat Propam polresta setempat.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengingatkan Kapolsek Leihitu maupun Salahutu yang baru dilantik untuk mempertahankan situasi kamtibmas di dua wilayah itu.

"Untuk Polsek Leihitu tentunya mempunyai sejarah namun belakangan ini sudah semakin kondusif dan Kapolsek Leihitu yang baru diinstruksikan untuk mempertahankan situasi seperti ini dan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi kerja samanya dengan elemen masyarakat di sana," ujar Kapolresta, Kamis.

Penegasan Kapolresta disampaikan saat melakukan serahterima jabatan tiga Kapolsek yang baru di wilayah kerja Polreta Pulau Ambon.

Sama halnya dengan Kapolsek Salahutu, di sana juga ada permasalahan raja (kepala desa) sehingga harus diambil langkah-langkah konkrit dan berkoordinasi dengan aparat setempat seperti Danrami, Camat, maupun bagian pemerintahan Pemkab Maluku Tengah.

Kapolresta juga mengakui sampai saat ini masih saja ada oknum-oknum pemuda tertentu yang masih melakukan aksi balapan liar, meski pun polisi telah melakukan upaya preventif.

"Mengingat masih ada aksi balapan liar maka polisi juga akan menempuh upaya represif dengan menahan kendaraan roda dua milik mereka selama satu bulan dan harus membuat surat pernyataan," tegasnya.

Baca Juga

error: Content is protected !!