Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku Nyatakan Siap Mendukung PSBB di Kota Ambon

satumalukuID/Humas Polda Maluku TFG yang berlangsung di Baileo Slamet Riyadi, Markas Korem 151/Binaiya, Kota Ambon, Rabu (13/5/2020).

satumalukuID- Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq dan Kapolda Maluku Irjen POL Baharudin Djafar, menghadiri kegiatan Tactical Floor Game (TFG) terkait usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon. Keduanya mengaku siap untuk mendukung dan mengamankannya.

TFG yang berlangsung di Baileo Slamet Riyadi, Markas Korem 151/Binaiya, Kota Ambon, Rabu (13/5/2020), itu turut dihadiri Dandim 1504 Pulau Ambon, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Kegiatan TFG sendiri merupakan simulasi di atas peta, sekaligus menandai sebaran Covid-19 yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta cara mengantisipasinya.

“Kita ini ada dalam gugus tugas. Gugus tugas itu bertugas membantu pemerintah daerah dalam percepatan penanganan pandemik ini. Oleh sebab itu hari ini kita berkumpul mendengar paparannya Pemkot Ambon dalam rangka menyongsong pelaksanaan PSBB. Intinya bahwa apa yang dilakukan ini, kita sudah siap,” ungkap Taufiq singkat kepada wartawan.

Di tempat yang sama, Kapolda Maluku Baharudin Djafar juga mengaku senada dengan Pangdam Pattimura bahwa sebenarnya diterapkannya PSBB atau tidak, intinya Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku, perlu mendapat dukungan.

“Seperti apa yang tadi disampaikan pak Panglima, karena kita menganggap bahwa kalau kota ini berhasil, Maluku berhasil. Karena paling banyak terjangkit di kota. Oleh sebab itu Pak Panglima dan Saya selaku wakil ketua menyatukan barisan untuk mendukung kota, Insha Allah,” tandasnya.

Sebagai pimpinan daerah, Walikota Ambon Richard Lohenapessy mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan pihaknya hari ini (kemarin) adalah untuk menyatukan persepsi. Penyatuan bukan saja soal tim gugus tugas, tapi yang paling penting adalah bersama dengan masyarakat.

“PSBB ini hanyamerupakan langkah sistematis untuk mengatur masyarakat kota ini supaya lebih disiplin. Karena apa, kita prihatin bersama, terakhir ini tingkat masyarakat yang terpapar itu dia menonjol. Oleh karena itu gugus tugas kota di bawah arahan gugus tugas provinsi, kita rapat koordinasi untuk matangkan itu, dan hari ini luar biasa, masukan masukan dan kalau dikatakan besok lusa itu ada penetapan, saya rasa kita sudah siap semua,” sebutnya.

Richard mengaku, berbagai masukan dari berbagai pihak termasuk Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku selaku wakil ketua gugus tugas provinsi, sangat memberikan penguatan. Sebab, penanganan masalah ini harus melibatkan semua pihak.

“Karena kita tahu bahwa kita juga terbatas, maka harus menangani dan mengantisipasi kemungkinan yang paling jelek. Apa porsi kota kita sudah siap. Hari ini hampir semua sudah rampung. Karena hari ini sudah banyak teknis yang dibicarakan. Bagaimana kesiapan kita hari ini sudah dimatangkan, karena seluruh komponen sudah terlibat hingga TNI dan Polri,” kata dia.

Setelah ini, lanjut Richard, usulan penerapan PSBB untuk Kota Ambon akan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Pusat.

“Nanti dari provinsi akan usulkan. Setelah itu nanti kita tunggu verifikasi kalau sudah ok langsung kita laksanakan. Fakta membuktikan bahwa di mana-mana itu PSBB mampu menekan. Kita mau coba untuk itu,” tutup dia.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!