Sekilas Info

INFOGRAFIS

Babak Baru Covid-19 di Maluku, Infeksi Menyebar dengan Cepat Tanpa Tahu Sumber Utamanya

Tanggal 22 Maret 2020, Pemerintah Provinsi Maluku Resmi mengumumkan pasien pertama Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Maluku. Pasien asal Bekasi, Jawa Barat ini, merupakan pelaku perjalanan yang dinyatakan positif Covid-19, dan selanjutnya disebut sebagai Pasien Kasus 01 Maluku.

Hampir tiga bulan terakhir, kasus-kasus covid di Maluku diwarnai dengan kasus-kasus impor dan kasus transmisi lokal. Namun sejak dua hari terakhir, saat diumumkan penambahan kasus positif Covid, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, sudah mengakui bahwa semakin lama kasus Covid di Maluku sudah bukan transmisi lokal lagi tapi sudah meningkat pada kasus transmisi komunitas.

Menurut WHO penyebaran suatu penyakit dapat diklasifikasi menjadi tiga cara: imported case, atau infeksi yang bersumber dari lokasi di luar suatu wilayah, seperti luar kota atau luar negeri; local transmission, atau infeksi yang bersumber di dalam suatu wilayah; serta community transmission, atau infeksi yang menyebar dengan cepat tetapi sumber utamanya belum dapat ditentukan *(https://www.asumsi.co/post/apa-bedanya-local-transmission-dan-imported-case)

Babak baru pola penyebaran transmisi komunitas di Ambon ini harus diwaspadai oleh setiap orang. Karena Covid tidak hanya akan menyebar dari pasien positif, pelaku perjalanan atau lainnya. Namun, bisa menyebar dari siapa saja yg tidak mempunyai gejala covid atau Orang Tanpa Gejala (OTG), atau hanya gejala ringan saja. Bahkan, lewat udara, atau barang-barang yang disentuh oleh pembawa virus.

Jika pada berapa bulan terakhir, orang-orang hanya perlu mewaspadai para pelaku jalan atau lainnya, maka sekarang siapa pun punya potensi mengidap Corona.

Kenaikan pasien dalam berapa terakhir ini terlihat jelas banyak anak muda umur 20-an ke atas sudah divonis positif Corona. Bahkan hari ini ada bayi yg suda positif Corona.

Dan, pada akhirnya, untuk melawan Covid-19 butuh kerjasama yang baik dan selaras antara warga dan pemerintah. Warga patuh dan taat melakukan protokol kesehatan (jaga jarak, pake masker, cuci tangan dll) lebih penting tidak keluar rumah jika tidak penting. Dan pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang tepat untuk 'potong pele" Covid-19 di Maluku. Minimal, mencegah kabupaten lain masuk dalam tahap community transmission seperti Kota Ambon.

Catatan: Gambar dan data diolah dari berbagai sumber. terutama website Covid-19 Provinsi Maluku dan media-media.

Baca Juga

error: Content is protected !!