Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Tim Gustu Maluku Minta Maaf, Hasil Swab Pasien yang Diduga Meninggal Karena Covid-19 di Ambon Ternyata Negatif

Ilustrasi tes PCR

satumalukuID- Almarhum RL, ternyata terkonfirmasi bukan pasien yang meninggal dunia akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Maluku. Hasil swab (PCR) warga Kampung Rinjani, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini, negatif. Hasil itu sama dengan hasil tes cepat menggunakan alat rapid test yang menunjukkan almarhum tidak reaktif.

Dengan hasil tersebut, tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga. Masyarakat di Kampung Rinjani juga diminta untuk tidak perlu panik.

"Ini kita luruskan bahwa RL hasil pada swab dia negatif. Jadi masyarakat di Kampung Rinjani tidak perlu panik, sekaligus kami mohon maaf jika ada salah, informasi berbeda dari kami dan keluarga," kata Ketua Pelaksana Harian Gustu Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (11/5/2020).

Mengenai data awal yang disampaikan bahwa almarhum berusia 19 tahun itu memiliki kontak erat dengan LS, pedagang Pasar Mardika yang meninggal karena terkonfirmasi Covid-19, Kasrul kembali menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah Daerah dan tim Gustu Maluku.

"Minta maaf kepada ahli waris atau keluarga terkait salah persepsi kalau RL tidak pernah kontak dengan LS," katanya.

Sebelumnya, masyarakat Kampung Rinjani, Negeri Batu Merah, Kota Ambon, merasa heran dengan kematian almarhum RL yang dimakamkan menggunakan protokoler Covid-19.

Lebih mengherankan lagi, RL disebut memiliki kontak erat dengan LS, pedagang Pasar Mardika yang wafat dua hari sebelum RL. Padahal, pemuda Kampung Rinjani yang memiliki riwayat penyakit epilepsi dan mag ini, sehari-harinya hanya bermain di dalam kampung.

“Kami atas nama masyarakat Kampung Rinjani meminta kepada gubernur untuk melakukan klarifikasi atas pemberitaan, terkait salah satu warga kami yang dinyatakan positif corona. Bagi kami saudara kami itu tidak positif corona. Karena yang bersangkutan sebenarnya mengalami penyakit epilepsi atau orang di Maluku menyebutnya mati-mati ayam,” kata Sabarudin Rery, kepala Pemuda Kampung Rinjani.

Sabarudin mengaku, almarhum juga diketahui memiliki riwayat penyakit mag. Sehingga saat sakitnya kambuh ditambah dirinya sedang berpuasa membuat kondisi almarhum menurun hingga dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST), dr. J. A. Latumeten, Kota Ambon, Kamis malam (7/5/2020) lalu.

Setelah mendapat penanganan medis di dalam ruang Unit Gawat Darurat RST, almarhum diperbolehkan pulang malam itu juga. Dokter yang menanganinya memberinya obat dan menganjurkan almarhum berobat jalan.

Sayangnya, sekira pukul 01.00 WIT esok harinya Jumat (8/5/2020), tim Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon berpakaian APD lengkap datangi rumahnya. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M.Haulussy Kudamati Ambon. Kala itu, Sabarudin mengaku pihaknya sempat mempertanyakan kepada tim Covid-19.

“Kan dokter di RST sudah ijinkan dia pulang. Ini pertanyaan-pertanyaan janggal yang harus di klarifikasi. Yang paling terpenting dia (almarhum) tidak berjalan ke mana-mana atau tidak keluar kampung, bahkan sekolah pun dia sudah berhenti. Pertanyaannya, sejak kapan dia menjalin hubungan kontak erat dengan pasien sebelumnya atau LS itu,” tutut Sabarudin, yang didampingi Faisal, kakak kandung almarhum dan sejumlah pemuda Kampung Rinjani.

Masyarakat Kampung Rinjani meminta klarifikasi pemberitaan yang disampaikan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail. Hal itu diharapkan agar tidak menjadi fitnah bagi warga kampung yang menyebabkan masyarakat merasa sangat dirugikan.

“Kami sangat memberikan apresiasi kepada bapak gubernur selaku pimpinan kami dalam penanganan Covid-19. Tapi pemberitaan yang disampaikan beliau, bagi kami sangat jauh berbeda dari kenyataan sebenarnya. Mohon pak gubernur agar bisa klarifikasi agar persoalan ini selesai, karena kita resah,” pintanya.

Senada dengan Sabarudin, Wahyu Kohilay, tetangga almarhum mengaku sangat menjujung tinggi kinerja Gubernur Maluku dalam penanganan Covid-19 selama ini. Namun dia menyayangkan adanya informasi yang keliru.

“Almarhum yang katanya berhubungan langsung atau tetangga kios deng almarhum LS itu semua tidak benar, dan itu merupakan data rekayasa yang bisa disimpulkan membohongi publik. Kita merasa sangat tertipu dengan pemberitaan atau keterangan seperti yang disampaikan oleh pihak rumah sakit,” katanya.

Wahyu menyarankan kepada tim Covid-19 Provinsi Maluku agar bisa membentuk tim intelejen, agar data yang dihimpun benar-benar falid, tidak seakan-akan direkayasa.

“Harus sudah punya data akurat dari tim intelijen lapangan, biar persoalan berita yang menimpa adik kami almarhum RL atau keluarganya tidak imbas ke pasien-pasien lain lagi,” pintanya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!