Sekilas Info

RSUD Dr Haulussy Ambon Hanya Layani Pasien Cuci Darah, Dr Ritha Tahitu: Baiknya Pasien Bersikap Jujur

SATUMALUKUID - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy Ambon saat ini hanya akan melayani pasien cuci darah pasca keputusan dikarantina atau ditutup sementara selama 14 hari terhitung mulai 11-24 Mei 2020 nanti.

Penutupan pelayanan umum sementara itu untuk memutus rantai penyebaran wabah virus corona dan melakukan stetilisasi seluruh ruangan rumah sakit tersebut. Pasalnya, tiga paramedis rumah sakit tertua dan terbesar di Maluku itu terkonfirmasi terpapar corona.

Demikian disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Maluku, Ir Kasrul Selang kepada pers, Senin (11/5/2020).

Dalam kesempatan terpisah kepada media ini, Plt Direktur RSUD Ambon dr Ritha Tahitu M.Kes, Selasa (12/5/2020), membenarkan dilakukannya karantina rumah sakit yang dipimpinnya.

"Iya kita karantina RSUD untuk sementara selama 14 hari ke depan. Tidak ada pelayanan pasien umum. Kami hanya melayani pasien cuci darah atau yang sakit gagal ginjal," ungkapnya.

Dikatakan, penutupan sementara itu dimaksudkan untuk mensterilisasikan seluruh bangsal perawatan pasien yang ada serta melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area rumah sakit.

Dokter Ritha juga mengharapkan kejujuran pasien dan gejala yang dirasakan serta riwayat sakit dan perjalanan aktifitasnya termasuk keluarga pasien dalam situasi wabah pandemik corona ini.

"Bukan saja gejala Covid 19 yang kami tangani sesuai protap. Namun kejujuran pasien juga sangat penting. Sehingga paramedis bisa antisipasi sesusi prosedur. Saya sedih. Bahkan menangis saat paramedis kami terpapar positif corona. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak," tuturnya.

Pasalnya, seperti disampaikan Kadis Kesehatan Maluku dr Meykal Pontoh, pada kasus pasien umum dari Piru kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang telah meninggal.

Pada saat masuk RSUD dengan sakit ginjal dan di rapid test hasilnya negatif. Sehingga pelayanan dilakukan secara umum tanpa protap covid 19.

Namun kemudian saat dirawat selain sakit ginjal, pasien mengalami sesak napas makanya diperiksa dengan metode Swab.

Ketika hasilnya keluar ternyata pasien positif terjangkit virus corona. Tetapi pasien sudah meninggal dan dipulangkan serta dimakamkan tanpa protap covid 19.

Pasien asal SBB ini dinilai kurang jujur menyampaikan riwayat kontaknya dengan orang yang perjalanan dari luar daerah. Sebab suaminya sendiri yang sebulan lebih lalu baru datang dari Jakarta.

Sementara itu, sebelumnya juga Kasrul Selang menjelaskan bahwa, Gugus Tugas Covid 19 Maluku juga telah melakukan rapid test kepada seluruh paramedis dan karyawan yang ada di RSUD itu.

Hasilnya, 22 dinyatakan positif. Rinciannya adalah 17 paramedis dan 5 tenaga administrasi.

"Seluruh pelayanan umum ditutup sementara karena ada tiga tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab yang dikirim ke  Jakarta, sedangkan 17 paramedis dan 5 tenaga administrasi dinyatakan positif rapid test," ujarnya.

Dia menjelaskan secara keseluruhan, pihaknya sudah melakukan rapid test kepada tenaga medis dan pegawai administrasii di RSUD dr Haulussy.

“100 lebih tenaga medis sudah kita rapid test, tiga orang dinyatakan positif yakni pasien kasus 26, kasus 27 dan kasus 28 sedangkan 22 orang perawat dan tenaga medis dinyatakan positif rapid test,” jelas  Kasrul.

Sementara itu, data pada Gugus Tugas Covid 19 Maluku sampai pukul 12.00 WIT Selasa (12/5/2020) angka pasien positif terpapar virus corona meningkat tajam yakni 50 positif, 17 sembuh, 4 meninggal. (NP)

Baca Juga

error: Content is protected !!