Sekilas Info

Mahasiswa Desak Pemprov Maluku Tak Berbelit-belit Bantu Kepulangan ke Kampung Halaman

satumalukuID/Istimewa Kantor Gubernur Maluku di Ambon

satumalukuID - Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tenggara (AMT) melakukan aksi di Kantor Gubernur Maluku menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) bertindak cepat memulangkan mereka ke kampung halaman, Selasa (12/5/2020).

Para mahasiswa tersebut umumnya berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Aru.

Dalam aksinya, mereka mengkritik proses pengurusan izin pemulangan yang berbelit-belit sehingga menyulitkan mereka dan warga untuk pulang ke kampung masing-masing.

Keinginan pulang kampung sudah disuarakan banyak masyarakat perantau  di Kota Ambon seiring pandemi Covid 19.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Maluku mengusulkan deviasi KM Sabuk Nusantara 103 atau 106 ke sejumlah pelabuhan di wilayah Kota Tual hingga Kabupaten Maluku Barat Daya untuk mengangkut ratusan warga yang tidak lolos seleksi calon tamtama TNI-AD.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi III DPRD Maluku Anos Yermias saat menerima aspirasi ratusan warga, Jumat (8/5/2020).
Saat itu warga dan mahasiswa meminta DPRD memfasilitasi mereka kembali ke kampung halamannya.

Ada yang minta pulang karena tidak lolos seleksi penerimaan Catam TNI-AD dan uang mereka sudah habis untuk makan dan membayar kamar kos.

Ada juga mahasiswa yang sudah kesulitan uang di Kota Ambon.

Pada 5 Mei lalu, Puluhan lelaki dan perempuan juga tampak mendatangi Kantor Gubernur Maluku di Kota Ambo. Mereka terlihat memegang map berisi berkas permohonan ijin pulang ke daerah asal alias pulang kampung.

Umumnya, mereka yang butuh ijin pulang kampung dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku ini, merupakan karyawan yang telah diberi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat kerja mereka.

Penulis: m-15/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!