Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Kasus Positif Covid-19 di Maluku Meningkat Jadi 50 Orang, Masyarakat Banyak yang Anggap Enteng

satumalukuID/Pixabay Ilustrasi Test Covid

satumalukuID- Hasil mencengangkan kembali terlihat dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Maluku. Dari 27 sampel swab yang dites di laboratorium milik Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas II Ambon, tercatat 14 diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona.

Dengan bertambahnya 14 warga positif covid-19, maka yang sudah terpapar wabah mematikan tersebut meningkat menjadi 50 kasus. 29 diantaranya masih dirawat intensif, 17 dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

“Dari 27 spesimen atau sampel yang diperiksa, ternyata 14 itu positif. Ini sangat menyedihkan buat katong sebenarnya. Ini berbanding lurus kalau kita lihat kehidupan kita di dalam kota sini, sudah tambah ramai dan seterusnya. Jadi himbauan-himbauan untuk tetap diam di rumahnya kayaknya belum efektif,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang di depan teras Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (12/5/2020).

Sebanyak 14 pasien baru Covid di Maluku ini, kata Kasrul, dinamakan kasus 37 sampai dengan 50 yang seluruhnya merupakan warga Kota Ambon. Pasien kasus 37 berinisial LSF (22), Kasus 38 adalah GAS (22) dan kasus 39 yaitu H. Semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Untuk kasus 40 adalah ES (37), dan kasus 41 yaitu PL (31) berjenis kelamin perempuan. Kemudian kasus 42 yaitu MT (25) dan kasus 43 ST (44), merupakan laki-laki. Sedangkan kasus 44 yakni perempuan berinisial RT (45), kasus 45 adalah laki-laki berinisial AK (22).

Sementara untuk kasus 46 adalah TR (65), kasus 47 yaitu FT (39) dan kasus 48 yakni FB (53) berjenis kelamin perempuan. Kemudian untuk dua pasien terkahir yaitu laki-laki kasus 49 berinisial SU (51) dan kasus 50 yakni GT (22).

“Sementara ini mereka sudah ada sebagian di LPMP, sebagian di RST dan sebagian di RSU. Para pasien ini adalah hasil tracing (melacak),” tambah dia.

Meski mengakui jika belasan pasien baru ini adalah hasil pelacakan, tapi Sekretaris Daerah Maluku ini mengaku sudah sangat sulit mengenali mereka tertular dari pasien kasus berapa. Sebab, masalah ini sudah pada level komunitas.

“Ini kan sudah terjadi di komunitas. Kita lihat masyarakat banyak pandang enteng. Tiba-tiba sakit, kita periksa ternyata covid, itu berarti sudah ada di komunitas, tanpa bersentuhan dengan pasien manapun, tanpa melakukan perjalanan dari manapun, tiba-tiba sakit, periksa, swab, positif,” jelasnya.

Olehnya itu, Kasrul kembali menghimbau kepada masyarakat agar “badiam di rumah” mengurangi pertemuan, namun kalau terjadi pertemuan harus pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. “Cuma dua cara itu saja yang mengantisipasi covid ini,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!