Sekilas Info

Asmara Berujung Maut, Sebelum Bunuh Diri Mahasiswa Unpatti Ambon Ini Sempat Bikin Status di WhatsApp

satumalukuID/Humas Polresta Pulau Ambon Lokasi tempat mahasiswa Universitas Pattimura Ambon berinisial ARS, ditemukan tewas tergantung.

satumalukuID- Mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berinisial ARS, ditemukan tewas tergantung dengan tali rafia berwarna merah, di dalam kamar kos-kosannya, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu malam (10/5/2020) pukul 21.13 WIT.

Pemuda 21 tahun yang mengenyam pendidikan Fakultas FKIP Geografi Unpatti Ambon itu, diduga mengalami depresi berat. Persoalan asmara dengan kekasihnya diduga menjadi penyebab almarhum putus asa, hingga nekat mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya.

“Menurut keterangan saksi-saksi yang dapat disimpulkan bahwa korban sempat meminum-minuman keras bersama tiga orang teman-teman kosnya, dan bercerita bahwa korban lagi ada masalah dengan pacarnya,” kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy kepada satumalukuID, Senin (11/5/2020).

Sebelum memutuskan gantung diri, almarhum terlebih dahulu memposting status di laman media sosial Whatsaap miliknya. Status korban tertulis: “Mama, Papa, Basudara jangan marah, beta kasi tinggal kamong, bukang berarti beta seng bisa, tapi beta seng sanggup, dan hidup ini lai talalu saki".

Kasus itu diketahui setelah aparat Polsek Teluk Ambon menerima laporan masyarakat. Di tempat kejadian perkara, tim penyidik kemudian memasang garis polisi dan melakukan penyelidikan. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku, Tantui Ambon.

“Kami mengamankan barang bukti berupa 1 buah HP samsung, 1 buah HP vivo, 1 utas tali rapiah warna merah dengan panjang 1,5 meter, dan selanjutnya menghubungi pihak keluarga,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, pihak keluarga yang tiba di tempat kejadian perkara mengaku enggan melakukan otopsi terhadap korban. Otopsi rencananya dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Orang tua korban telah menerima dengan ikhlas kejadian gantung diri korban tersebut sebagai suatu musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga keluarga korban membuat Surat Pernyataan Penolakan Autopsi,” kata dia.

Selain itu, juru bicara Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini, mengaku berdasarkan hasil visum luar, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil visum luar tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan. Dari keteterangan saksi-saksi, hasil visum dan barang bukti bahwa murni korban melakukan aksi bunuh diri,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!