Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Selesaikan Karantina 14 Hari di Ambon, Karyawan CITIC Seram Energy Limited Diijinkan Berangkat ke Bula

satumalukuID - Setelah menuntaskan masa karantina selam 14 hari, sebanyak delapan karyawan perusahaan CITIC Seram Energy Limited yang beroperasi di Seram Bagian Timur (SBT), akhirnya bisa meninggalkan Kota Ambon menuju Kota Bula.

Kedelapan karyawan perusahaan migas ini dikarantina oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, di Balai Keagamaan Provinsi Maluku.

Selesai dikarantina mereka langsung diberangkatkan dari Ambon menuju Bula menggunakan bus yang telah disiapkan pihak perusahaan, pada Sabtu pagi (9/4/2020).

Kepada wartawan di Ambon, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, katakan, seluruh karyawan CITIC sebelum melakukan aktivitas kerja di Bula, terlebih dulu menjalani masa karantina di Ambon ini.

“Jumlah keseluruan karyawan CITIC yang menjalani masa karantina dan harus dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke lokasi kerja sebanyak 76 orang,” ungkap Kasrul.

Mereka, kata Kasrul, dibagi dalam empat kelompok perjalanan. Para pekerja CITIC yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta dan Makassar ini, diwajibkan mengikuti serangkaian pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) antibody dan observasi selama 14 hari pada masa karantina.

Menurut dia, sebelum CITIC melaksanakan kegiatan pergantian crew, untuk kelangsungan operasional perusahaannya di Bula, seluruh karyawannya terlebih dahulu menjalani masa karantina.

“Karena mereka juga pelaku perjalanan, para karyawan ini wajib mengikuti RDT, dan harus dipastikan sehat dari Covid-19,” katanya.

Dia katakan, pemberlakuan masa karantina ini karena adanya Peraturan Gubernur Maluku Nomor 15 tahun 2020 tentang Pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi Dalam Penanganan Covid-19.

Kasrul menambahkan, Surat dari Kepala SKK Migas nomor 0205/SKKMA0000/2020/S8 meminta adanya pemberian keperluan akses untuk operasi hulu migas, sebagai objek vital nasional dalam situasi keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Covid-19.

Perusahaan migas ini, disebut Kasrul, masuk dalam objek vital dan industri strategis nasional. Karena itu, harus tetap beroperasi untuk mencukupi kebutuhan minyak dan gas di tanah air.

“Namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan dipastikan sehat dari Covid-19,” tandasnya.

Sebagai perusahaan migas, tambah Kasrul, mereka diberikan akses untuk beroperasi, tapi harus patuh mengikuti prosedur pencegahan penularan Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Maluku yakni wajib mengikuti karantina bagi para pelaku perjalanan.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!