Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Pasca Kematian Oknum Pedagang, 240 Pedagang Pasar Mardika dan Warga Kota Ambon Jalani Rapid Test

Foto: Humas Kota Ambon Ratusan pedagang pasar dan masyarakat yang biasa beraktivitas di Pasar Mardika dan Terminal menjalani Rapid Test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Ambon, Sabtu (9/5/2020).

satumalukuID - Pasca meninggalnya pedagang di Terminal Mardika, Rabu (6/5/2020), Tim Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan rapid test kepada 240 pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar dan Terminal Mardika Kota Ambon menjalani tes cepat virus corona baru (COVID-19).

"Sebanyak 240 orang pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di Pasar Mardika menjalani random 'rapid test' (tes cepat) oleh tim Dinkes Ambon," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ambon Joy Adriaansz di Ambon, Sabtu (9/5/2020).

Ia mengatakan para pedagang maupun masyarakat yang mengikuti tes cepat itu, berdasarkan pendataan dan penelusuran yang dilakukan tim Dinkes Kota Ambon.

"Mereka yang memiliki kontak langsung dengan pasien 18, 19, dan 21 versi kota, juga mereka yang menggelar dagangannya tidak jauh dari lapak pasien tersebut," katanya.

Tes cepat, dilakukan di dua lokasi, yakni Terminal Mardika terhadap 151 orang dan Puskesmas Rijali terhadap 89 orang lainnya.

Tes cepat dilakukan di terminal Mardika berdasarkan lokasi tempat berjualan pasien 18 dan 21, sedangkan di Puskesmas Rijali berdasarkan lokasi pasien 19.

"Semua langkah antisipatif dilakukan Pemkot Ambon untuk menekan penyebaran COVID-19 di pasar dan terminal, mengingat sudah ada tiga orang yang terkonfirmasi positif di pasar," ujarnya.

Dia menjelaskan tes cepat akan dilanjutkan pada Senin (11/4), sesuai data yang terkumpul.

Terkait dengan hasil tes cepat, jika ditemukan reaktif maka akan dilakukan isolasi terpusat dalam pengawasan Dinkes Ambon, selanjutnya dilakukan tes swab terhadap orang tersebut, yang dilakukan secara tertutup.

"Gugus tugas tidak pernah mengeluarkan atau mengumumkan data pasien atau masyarakat yang mengikuti 'rapid test', baik yang dinyatakan reaktif maupun nonreaktif," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat jika menerima informasi dalam bentuk apapun terkait dengan data pasien atau masyarakat yang mengikuti tes cepat untuk tidak meneruskan pesan tersebut kepada yang lain.

"Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang saat ini. Kami sangat menghormati dan menjaga perasaan saudara-saudara kami yang dengan keikhlasan mau mengikuti 'rapid test'," ungkap Joy.

Baca Juga

error: Content is protected !!