Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Antisipasi Kelangkaan di Situasi Pademik Covid 19, Pemda Maluku Diingatkan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

satumalukuID/Istimewa Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Maluku, Turaya Samal.

satumalukuID - Mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan darurat pangan di tengah wabah pandemik Corona Virus Didease 2019 (Covid 19), Wakil Ketua Komisi II DPRD Propinsi Maluku, Turaya Samal, mengingatkan agar pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan, walau pun ketersediaan pangan di Maluku dilaporkan tercukupi beberapa bulan ke depan.

“Stok sejumlah pangan memang tercukupi untuk beberapa bulan ke depan, tapi pemda harus waspada. Penerapan pembatasan sosial berdampak pada jalur transportasi logistik. Rantai pasok pangan akan mengalami gangguan," kata Turaya di Ambon, Jumat (8/5/2021).

Dia mengingatkan, wabah corana belum memperlihatkan tanda–tanda akan berakhir segera. Sementara upaya pengendalian menyebarnya pandemik corona sedang diseriusi banyak daerah, seperti Kota Ambon yang akan mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Wilayah kepulauan seperti Maluku akses antar daerah sangat luas. Pemerintah harus mengestimasi rantai pasok pangan di Maluku. Karena wabah covid belum dapat diperkirakan berakhir dalam waktu segera," tutur Ketua Fraksi PKS ini.

Dia menyebutkan, dampak Covid 19 yang bertahan lama, akan berpengaruh pada ketercukupan kebutuhan pangan, faktor distribusi, harga dan daya beli warga.

“Variabel daya beli masyarakat akan berdampak signifikan karena ikut mempengaruhi aksesibilitas ketersediaan pangan. Gangguan ini harus diwaspadai karena efeknya bisa menimbulkan kepanikan sosial," kata Turaya mengingatkan.

Maka, sewajarnya sebut Turaya, bersamaan pemerintah daerah menyusun langkah-langkah percepatan pemutusan wabah covid 19, juga ada action plan untuk penguatan basis pangan lokal.

Menurut dia, kebijakan realokasi APBD Propinsi Maluku tahun 2020, perlu diikuti dengan penguatan kebijakan ketahanan pangan lokal sebagai salah satu program prioritas di Maluku.

"Di kebutuhan pangan lokal ini, bahkan penting direncanakan untuk postur anggaran dalam APBD tahun 2021," imbuh politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Seram Bagian Barat ini.

Dia katakan Gubernur Maluku Murad Ismail dapat memimpin pencanangan gerakan penguatan ketahanan pangan lokal di tingkat provinsi. Dan mengarahkan agar seluruh daerah kabupaten/kota di Maluku juga mendorong hal serupa. Sehingga semuanya berjalan sinergi.

“Tak salah jika saya mengusulkan Pak Gubernur untuk memimpin launching ini. Lalu mengarahkan untuk semua daerah kabupaten/kota melakukan hal serupa. Sinergi ini akan memperkuat Maluku secara keseluruhan menghadapi problem pangan yang sedang dan akan muncul karena wabah covid 19," saran Turaya.

Beberapa daerah di Maluku, disebutnya memiliki kearifan dalam penguatan pangan lokal seperti Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Buru.

Pangan lokal yang khas di daerah tersebut, kata Turaya, mesti disupport dan diberi perhatian memadai. Sementara daerah lainnya mengoptimalkan lahan kosong dengan program menanam jenis makanan yang mendorong peningkatan pangan lokal.

“Banyak lahan kosong yang bisa dioptimalkan. Saya kira pemerintah daerah memiliki data dan informasi tersebut. Ini didorong selain antisipasi efek covid 19 tapi juga kebutuhan jangka panjang," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!