Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Sembilan Kasus Baru di Maluku, Dua Orang Meninggal Dinyatakan Terpapar Covid-19

Foto: satumalukuID/Istimewa Pemakaman warga Kota Ambon yang terbukti terpapar Virus Covid 19 di TPU Hunuth.

satumalukuID- Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus mengkhawatirkan di Provinsi Maluku. Hari ini, tercatat 9 kasus tambahan. Dua diantaranya meninggal dunia.

Data terkini kasus Covid Maluku yaitu 32 terkonfirmasi, 12 sembuh dan 2 meninggal dunia. Sedangkan 28 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 62 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sembilan terkonfirmasi positif Covid-19, diantaranya dinamai kasus 24 berinisial HT. Pria 67 tahun yang merupakan pensiunan PNS ini telah meninggal dunia di ruang isolasi RSUD. dr. Haulussy, Kudamati Ambon, Minggu (3/5/2020). Dia telah dimakamkan saat itu juga di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Untuk kasus 25, yaitu LS, seorang pedagang topi yang memiliki lapak di Terminal Angkot Talake, Mardika, Kota Ambon. Lelaki 40 tahun ini, meninggal dunia Rabu (6/5/2020), kemarin. Dia juga telah dimakamkan di TPU Desa Hunuth.

Sementara kasus 26 sampai dengan 29 berjenis kelamin perempuan. Adalah berinisial MM (41), UM (29), D (30), dan SA (60). Kemudian kasus 30 adalah HSJ (45) dan 31 inisial HK (48) merupakan laki-laki. Sedangkan kasus 32 adalah seorang perempuan berinisial YH.

Kepada wartawan, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengaku, pihaknya masih menyelidiki epidemologi dari kasus 26, 27, dan 28. Sebab, mereka diduga tertular dari LS, kasus 25 yang telah meninggal dunia.

"Mereka ini diduga dari LS yang kemarin bilang ada 2 orang di Pasar itu. Mereka sekarang ada di RSUD Kudamati," kata Kasrul di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis sore (7/5/2020).

Sementara untuk kasus 29, 30, 31 dan 32, diakuinya merupakan pengembangan dari pasien kasus 15 berinisial HB, warga Waihaong.

Rencananya, lanjut Kasrul, pasien kasus 29 sampai dengan 32 tersebut akan dirawat di ruang isolasi Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BPSDM Maluku di Wailela, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

"Karena mereka ini punya gejala ringan. Tapi tergantung dokter, karena protapnya pasiennya dibawa untuk rontgen, periksa Lab, setelah itu baru ambil kesimpulan. Kalau cukup di BPSDM, kalau tidak berarti di rumah sakit," jelasnya.

Menurutnya, dari jumlah kasus Covid Maluku saat ini, yang masih dirawat di Kota Ambon sebanyak 14 kasus, Kabupaten Buru Selatan 1 kasus, Buru 2 kasus dan Maluku Tengah 1 kasus.

Lalu bagaimana dengan warga Talake, Kecamatan Nusaniwe, berinisial CA yang meninggal dunia diduga akibat Covid-19, tambah Kasrul, pihaknya masih menunggu hasil swab. Sebab, sampel almarhumah tersebut dibawa ke Labkes Jakarta.

CA diketahui meninggal dunia pada Kamis (30/4/2020) dan dimakamkan pada Jumat (1/5/2020) di pekuburan kawasan Taeno.

"Begitu juga dengan hasil swab-swab yang dikirim ke Jakarta semua belum ada hasilnya," pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!