Sekilas Info

OPINI

Mari Jauhi Stigma, Bayangkan Kalo itu Justru Terjadi pada Kita

Pengalaman tahun-tahun pertama mendampingi pasien Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), sungguh merupakan pengalaman yang tidak akan beta terlupakan.

Beta harus menjamin ke pasien, bahwa cuman beta dan dokter yang tahu dia adalah ODHA. Harus punya akal bagimana menyampaikan ke keluarganya. Bagaimana reaksi keluarga? Ketakutan menghadapi tetangga mereka. Bagaimana akses terhadap obat-obatan. Ke rumah sakit harus sembunyi-sembunyi.

Kita harus punya hati untuk mengajak orang dengan risiko tinggi melakukan test. Ketakutan untuk membuka hasil.
Bertahun tahun takut untuk open status, bahwa dia ODHA. Segala hari harus menelepon orangnya untuk mengingatkan jam minum obat.

Situasi saat itu mungkin, beta bisa samakan dengan situasi saat ini. Meski tidak sama persis. Situasi dimana kita berada pada kondisi merebaknya wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Dimana beta mencoba memahami, bahwa orang takut untuk open status, biar pun kita kasi tahu supaya jangan sampai wabahnya menyebar.

Lihat orang mau dimakamkan saja susah. Perawat dan tenaga medis dari rumah sakit saja diusir dari kos-kosan, dan perlakuan tidak mengenakkan lainnya. Stigma dan diskrimimasi bisa membuat orang-orang jadi takut.

Kalau di komunitas ODHA sudah ada ODHA yang berdaya. Makanya kami sudah sudan "pensiun". Tapi kalau epidemi Corona ini? Pendampingannya mau menggunakan metode apa?

Beta pikir, mungkin musti ada penguatan. Ada diskusi. Ada pemahaman buat kita semua. Mulai dari keluarga, Rukun Tetangga, Rukun warga, dan seterusnya.

Bagaimana pribadi, keluarga, tetangga lingkungan RT, lingkungan RW bersikap, apabila ada yang terpapar Covid-19. Mungkin dengan cara ini, orang tidak perlu ketakutan untuk melapor. Mungkin dengn cara ini, dukungan lingkungan sekitar membuat setiap individu, setiap keluarga, setiap kita, bisa berani untuk melapor kalau kemungkinan terpapar Covid-19.

Ayo, mari jauhi stigma. Jauhi diskriminasi. Bayangkan saja, bagaimana kalo itu justru terjadi pada diri kita sendiri. Karena siapa saja bisa terkena. Mungkin saja.

God Bless U All.

Penulis: Herman "Epeng" Pattiapon, adalah pekerja sosial, tinggal di Medan. 

Baca Juga

error: Content is protected !!