Sekilas Info

Ini Tiga Kue Paling Populer Saat Ramadan di Ambon

Foto: satumalukuID/Istimewa Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, sementara membeli takjil untuk pengujian terhadap keamanan makanan yang dijual di Ambon.

satumaluku.id- Saat bulan puasa ramadan, tidak lengkap jika tidak berbuka dengan aneka ragam kuliner khas daerah. Kue-kue itu terkadang hanya hadir di bulan ramadan. Di Kota Ambon, kita bisa menjumpai aneka kuliner khas Maluku untuk berbuka puasa, persis di Negeri (desa) Batu Merah.

Pada desa dengan mayoritas warga Muslim terbesar di Kota Ambon ini, ada bursa kue yang selalu hadir saat ramadan. Puluhan lapak berjejer dari jembatan di ujung desa, hingga ke depan Masjid Raya An Nur Batu Merah. Meski ada wabah Covid-19, namun bursa kue ramadan ini tetap hadir, meski memberlakukan juga protokol jaga jarak. Jika sebelumnya lapak-lapak yang ada berjejer dalam posisi berdempetan, di situasi pemdemi Covid-19 ini, dibuat berjarak antar lapak. Dengan begitu para pembeli tidak berdesak-desakan, tetap jaga jarak.

Apa saja kuliner khas yang selalu hadir dan digemari warga di bursa kue ramadan Negeri Batu Merah? Berikut satumaluku.id membagikannya untuk Anda.

1. Kue Yahudi

Kue Yahudi merupakan salah salah satu kue khas Ambon yang paling dicari di pusat jajanan takjil maupun di Negeri Batumerah ketika bulan puasa. Diberi nama Kue Yahudi terutama karena pada adonannya menggunakan biji gardamu yang merupakan rempah asal Timur Tengah.

Menurut tuturan sejarah di Batu Merah yang dikenal sebagai desa kulier ini, kue Yahudi pertama kali dipopulerkan oleh keluarga Cokro pada tahun 1985. Mereka memang berkediaman di Batu Merah. Konon kue tersebut merupakan resep warisan almarhum Ibu Nur Bargeis dari keluarga Cokro yang berdarah Arab - Ambon. Uniknya, keturunannya Ibu Nur tidak pernah diberi tahu, mengapa kue tersebut dinamankan Kue Yahudi.

Secara umum, bentuknya mirip seperti tart pada umumnya. Kuenya berbahan dasar terigu, telur, mentega, gula, coklat bubuk, dan vanili.

3. Talam Sagu

Salah satu kekayaan alam Maluku adalah pohon sagu yang tumbuh subur, dan merupakan bahan pokok bagi masyarakat setempat. Ini membuat banyak olahan makanan serta kue yang menggunaan sagu sebagai bahan dasarnya.

Talam Sagu sendiri adalah kue yang menggunakan bahan dasar sagu bubuk, yang diolah bersama gula merah, santan, garam, serta kenarı sebagai hiasan. Proses memasaknya juga tidak terlalu rumit, seluruh bahan dimasak bersama hingga mendidih dan mengental.

Yang menjadi ciri khasnya adalah wadahnya terbuat dari daun pandan lebar, yang dibikin berbentuk segi tiga. Adonan harus segera dimasukan ke dalam wadah sebelum mengeras, kemudian pada bagian atasnya diberikan taburan potongan kenari.

3. Kue Cara

Namun Kue Cara merupakan salah satu dari aneka kue di Kota Ambon, yang selalu ada dan paling dicari saat bulan puasa ramadan. Kue Cara  sendiri adalah kue yang terbuat dari adonan tepung terigu yang dicairkan, kemudian dimasak menggunakan cetakan berbentuk bulat. Isiannya menggunakan ikan cakalang yang dihaluskan atau disuwir-suwir. Ikan cakalang ini terlebih dahulu ditumis bersama dengan bawang dan rempah-rempah khas Ambon.

Ketika adonan dituangkan ke dalam cetakan, dan dalam posisi setengah matang, barulah dimasukan isian ikan cakalang di tengah-tengah adanan. Sebagai sentuhan terakhir, diberikan hiasan potongan cabai merah keriting dan daun seledri.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!