Sekilas Info

OPINI

Covid-19 Mewabah, Siapa Yang Paling Beresiko?

Foto: satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi Alat Pelindung Diri (APD) dari bahaya Covid 19.

Saat ini, seluruh dunia digemparkan dengan adanya infeksi virus yang mewabah dengan sangat cepat. Ya, nama virus itu Coronavirus atau Covid-19 (Corona virus disease-19). Covid-19 ini adalah virus dari subfamili Orthocronavirina, famili coronaviridae, dan ordo Nidovirales serta masih berkerabat dekat dengan penyakit MERS dan SARS. Virus ini pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019 di Wuhan, Cina dan penularannya terjadi secara zoonosis atau dari hewan ke manusia. Namun virus ini juga termasuk dalam kategori penularan yang sangat cepat kepada sesama manusia.

Mekanisme Penularan

Cara penyebaran covid-19 pada manusia dapat terjadi dengan cara adanya kontak langsung dengan orang yang terinfeksi seperti percikan air liur (batuk, bersin, berbicara), menyentuh tangan dan wajah orang yang terinfeksi, menyentuh mata-hidung-mulut setelah kontak langsung dengan penderita. Baru-baru ini telah diteliti bahwa Covid-19 bisa menular melalui inhalasi karena dapat bertahan di udara kurang lebih 8 jam lamanya.

Adapun gejala-gejala yang paling umum ditunjukan jika seseorang telah terinfeksi covid-19 adalah demam tinggi dengan suhu diatas 38ºC, batuk-batuk hingga sesak napas dengan masa inkubasi 14 hari. Covid-19 ini patut diwaspadai karena dapat menyerang sistem pernapasan pada manusia. Selain itu, sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin yang cocok, oleh karena itu manusia hanya dapat mengandalkan sistem kekebalan tubuh atau antibodi.

Kasus Covid-19 di Kota Ambon.

Kasus pertama di Kota Ambon terkonfirmasi pada tanggal 22 Maret 2020, menjadikan Ambon sebagai salah satu daerah pertama di timur Indonesia yang terdampak covid-19. Secara perlahan status ditingkatkan dari Siaga menjadi Tanggap Darurat Non Bencana Alam bahkan diisukan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) akan mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon. Hingga 4 Mei 2020, telah tercatat bahwa ada 74 kasus dengan rincian sebagai berikut; Orang Dalam Pemantauan (ODP) 53 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 14 orang, terkonfirmasi positif 7 orang, pasien sembuh 9 orang, dan tidak ada yang meninggal.

Pengaruh Iklim

Kota Ambon saat ini tengah memasuki musim pancaroba, dengan peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Berdasarkan penelitian, Covid-19 sangat cepat berkembang saat musim penghujan dan lebih cepat menempel di benda. Selain itu, daya tahan tubuh manusia juga dapat menurun saat musim penghujan dan mengakibatkan virus dan bakteri dapat dengan mudah berkembang biak. Udara yang dingin akan mempengaruhi proses perubahan sistem imun menjadi kurang sensitif serta dapat menghambat kerja protein dalam mengaktifkan imun untuk membunuh mikroorganisme patogen di dalam tubuh. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk mengkonsumi makan yang bergizi serta istiharat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta pembentukan sistem imun yang baik.

Kelompok Yang Beresiko Terinfeksi

Siapapun dapat terinfeksi Covid-19, baik orang tua maupun muda, laki-laki atau perempuan. Namun ada beberapa kelompok orang yang beresiko terinfeksi lebih cepat. Adapun kelompok yang sangat rentan terpapar Covid-19 yaitu orang lansia, pengida, pengidap penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, perokok, ibu hamil. Berdasarkan data BPS Kota Ambon tahun 2014, kelompok umur lanjut usia berjumlah 23.400 jiwa (5,87%) dan ini menjadi kelompok yang paling pertama beresiko. Kelompok usia lanjut ini rentan akibat aktivitas pembentukan antibodi pada tubuh mereka sudah mulai menurun sehingga lebih mudah terinfeksi virus ini.

Kedua, ada pengidap penyakit pernapasan (seperti ISPA, TBC, Asma) karena Covid-19 ini menyerang sistem pernapasan manusia, oleh karena itu sangat beresiko untuk terjadinya komplikasi penyakit yang dapat berujung pada kematian. Ketiga, perokok aktif pun masuk dalam kelompok beresiko karena bisa mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan jantung, paru-paru. Ketika seorang perokok terinfeksi, maka akan sangat berpotensi terjadinya komplikasi penyakit. Keempat, ibu hamil beresiko karena dalam saat keadaan hamil, kondisi mereka cenderung lemah dan rentan terkena penyakit.

Langkah Penanganan Mandiri dan Himbauan

Langkah yang harus dilakukan oleh Pemkot dengan cepat adalah dengan mengsosialisasi secara meluas kepada seluruh masyarakat Kota Ambon agar masyarakat dapat memiliki edukasi tentang apa itu covid-19 dan juga langkah-langkah penanganan mandiri. Perlu adanya ketegasan tentang arti penting tetap berada di rumah, sehingga orang yang tidak mempunyai urusan penting di luar rumah tidak keluar berkeluyuran. Selain itu, perlu penegasan lebih terhadap penggunaan masker dan rajin mencuci tangan dengan baik dan benar kepada setiap orang.

Perlu ada kerja sama dengan seluruh pihak atau instansi terkait agar dapat saling bahu membahu dalam menangani virus yang sekarang menjadi pandemi global, seperti menggait anak muda dalam berpartisipasi mengedukasi dan mengarahkan masyarakat agar tetap selalu di dalam rumah, membagi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak serta membangun komunikasi interaktif dan transparan kepada seluruh masyarakat Kota Ambon. Semoga Covid-19 ini cepat berakhir.

Penulis: Christo Alvido Latuny, Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta

Baca Juga

error: Content is protected !!