Sekilas Info

Lari Meninggalkan Tugas, Empat Anggota Brimob Maluku Resmi Dipecat

Foto: satumalukuID/Humas Polda Maluku

satumalukuID- Brigadir FT, Bripda Z, Bripda OS dan Bripda SA, empat anggota Brimob Polda Maluku, resmi dipecat secara tidak hormat dari keanggotan Polri.

Empat anggota pasukan elit Polri ini dipecat karena terbukti melakukan disersi atau meninggalkan tugas hingga saat ini. Ada juga yang berbuat asusila.

Proses Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) ini dilakukan berdasarkan keputusan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharuddin Djafar  nomor: Kep/80/IV/2020 tanggal 17 April 2020.

Brigadir FT melakukan disersi sejak awal Juni 2018. Sementara Bripda Z sejak Oktober 2018. Mereka hingga saat ini tidak kembali. Sedangkan perbuatan asusila dilakukan oleh Bripda OS di Mei 2018 dan Bripda SA pada Oktober 2018.

Upacara PTDH berlangsung di Markas Komando Satuan Brimob Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Senin (4/5/2020). Upacara dipimpin langsung Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku Kombes Pol. Muhammad Guntur.

Ke empat mantan anggota pasukan elitnya Polri di Maluku ini resmi dipecat. Tandanya foto mereka yang diarak anggota Provost Brimob, di labeli tulisan PTDH oleh Dansat Brimob Polda Maluku.

"Mereka dipecat karena melakukan disersi (lari dari tugas) dan berbuat asusila," kata Guntur kepada satumalukuID.

Proses pemecatan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran disersi dan asusila, lanjut Guntur, sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Sejak saya menjabat sudah beberapa anggota yang di PTDH tetapi rata-rata kasus lama. Kita ingin ada kepastian hukum. Karena kalau kita biarkan, seperti penyakit tumor yang bisa menjalar ke seluruh anggota kalau tidak tindak tegas," jelasnya.

Anggota disersi yang dipecat, kata Guntur, dilakukan karena hingga saat ini mereka tidak mempunyai kabar atau enggan kembali bertugas.

"Ada anggota yang disersi, kita tetap proses, tapi bisa memberikan pembinaan dan rekomendasi pada sidang kode etik, kalau masih bisa dipertahankan, punya itikad baik untuk berdinas lagi, kita terima," jelasnya.

Proses pemecatan tidak dihadiri empat anggota tersebut. Sehingga secara simbolis hanya foto mereka yang diarak dan dilabeli tulisan PTDH.

"Secara prosedur kita upacarakan secara inabsensia (tanpa kehadiran mereka). Hadir tidak hadir, ada tidak ada, upacara tetap sah. Kita pajang foto yang dibawah provost dan saya tuliskan PTDH," tutupnya.

Foto: ISTIMEWA

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!